Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, secara terpisah, mengatakan, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya melakukan berbagai upaya dan program untuk menjaga stabilitas harga pangan. Bahkan, satgas pangan terus memantau pergerakan harga.
"Tindak lanjut High Level Meeting dengan Pemprov Jateng, akan ada gerakan pangan murah atau pasar murah yang disupport Bank Indonesia di Kota Semarang," kata Mbak Ita.
Pemkot Semarang, lanjut Mbak Ita, juga menyiapkan berdirinya Kios Pandawa Kita (Kios Pangan Aman Tersedia Untuk Warga Kita) lebih banyak, setelah inisiasi di Pasar Kanjengan beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah Pak Pj Gubernur mengapresiasi dan bahkan akan mereplikasi Kios Pandawa di kabupaten/kota lain. Ini salah satu upaya agar inflasi di Jawa Tengah bisa dtekan," sebut dia.
Terkait laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang meningkat hingga 5,79 persen, Mbak Ita berharap Kota Semarang semakin berkembang dan investasi semakin menggeliat di tahun 2024 ini.
"Harapannya laju inflasi juga semakin terkendali, pertumbuhan ekonomi meningkat, daulat pangan, dan masyakarat tenang menghadapi Ramadan dan Lebaran," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Jelang Ramadhan, Wali Kota Semarang Gencarkan Pak Rahman
Akibat Beras, Inflasi DIY Naik Tapi Tetap Terendah se-Jawa
Genjot Program Urban Farming, Cara Kota Semarang Menekan Inflasi
Pangdam Puji Program Pak Rahman Pemkot Semarang
Beras, Cabai dan Bawang Putih Picu Inflasi di Kota Semarang, Mbak Ita Waspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng
Mobil Pak Rahman Jangkau Wilayah Pinggiran Kota Semarang, Sehari Digelar di 3 Titik Sekaligus