KPID Bengkulu Gelar Bimtek SMILED, Percepat Digitalisasi Pengawasan Siaran

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 6 Mei 2026 | 09:47 WIB
Ketua KPID Bengkulu, Tedy Cahyono dan Kepala Dinskomifotik Bengkulu, Nelly Alesa foto bersama undangan pada acara Bimtek Smiled pengawasan siaran digital.(Foto/Ist)
Ketua KPID Bengkulu, Tedy Cahyono dan Kepala Dinskomifotik Bengkulu, Nelly Alesa foto bersama undangan pada acara Bimtek Smiled pengawasan siaran digital.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-BENGKULU – Upaya memperkuat pengawasan siaran berbasis digital di Provinsi Bengkulu terus dipacu sebagai langkah strategis menuju sistem penyiaran yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SMILED (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penyiaran) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu di Universitas Hazairin (UNIHAZ), Selasa (5/5/2026).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menegaskan digitalisasi merupakan keniscayaan dalam tata kelola penyiaran modern. Karena itu, ia mendorong seluruh lembaga penyiaran di Bengkulu agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk dalam sistem pengawasan siaran.

“Pemanfaatan aplikasi SMILED ini merupakan langkah maju dalam menciptakan pengawasan siaran yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kami berharap seluruh lembaga penyiaran dapat memanfaatkan sistem ini secara optimal sebagai bagian dari transformasi digital di sektor komunikasi dan informasi,” ujar Nelly usai membuka kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan lembaga penyiaran untuk menjaga kualitas siaran yang sehat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, mengatakan Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga penyiaran dalam menghadapi tantangan digitalisasi sekaligus memastikan implementasi aplikasi SMILED berjalan optimal.

“Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh lembaga penyiaran di Bengkulu mampu mengoperasikan SMILED dengan baik. Ini bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen untuk membangun penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Tedi, aplikasi SMILED merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi siaran, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas lembaga penyiaran. Sistem ini juga telah terintegrasi dengan aplikasi e-Penyiaran milik Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia, M Hasrul Hasan, menyampaikan bahwa SMILED hadir untuk menjawab kebutuhan publik terhadap keterbukaan informasi lembaga penyiaran.

“Publik dapat mengetahui secara menyeluruh program siaran setiap lembaga penyiaran. Karena aplikasi ini terbuka untuk umum, kita dapat memastikan kesesuaian program yang disiarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut juga menjadi wadah integrasi data antara KPI dan pemerintah, sehingga memudahkan proses pengawasan serta evaluasi lembaga penyiaran secara berkala.

Kegiatan yang diinisiasi KPID Provinsi Bengkulu ini diikuti seluruh lembaga penyiaran se-Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan siaran berbasis teknologi digital.

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X