Bus Pariwisata Surabaya Kecelakaan di Tol Mojokerto-Surabhaya ;14 Tewas 17 Luka-luka

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Selasa, 17 Mei 2022 | 15:36 WIB

Surabaya, suarapembaruan.news - Penyebab kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Ardiansyah bernopol S-7322-UW di jalur A KM 712+400 jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), masuk wilayah Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, KabupatenMojokerto, Selasa (17/5/2022) pagi hampir dipastikan karena human error.


Dalam kecelakaan maut bus yang mengangkut 33 orang penumpang warga Benowo, Kota Surabaya dari kunjungan wisata ke Puncak Gunung Dieng,Wonosobo, Jateng itu mengakibatkan 14 orang meninggal dan 17 lainnya luka-luka. Sementara kondisi bus bagian depan yang menabrak tiang pipa besi pemberitahuan atau Variable Message Sign (VMS) reklame di kiri jalan, jebol dan bahkan stir bus ikut copot dari sasisnya.


“Penyebab pasti secara teknis masih didalami tim gabungan  Traffic Accident Analysis (TAA) Dirlantas Polda Jatimdi back up Korlantas Mabes Polri dan Tim Laka Lantas Ditlantas Polda Jatim dan Polres Mojokerto serta  Dinas Perhubungan Provinsi Jatim dan Jasamarga selaku pengelola Tol Sumo.


Terlihat tim melengkapidiri dengan sejumlah peralatan bantu teknis di antaranya alat teknologi 3D Laser Scanner yang memakai alat Leica dilengkapi kamera 350 derajat yang digunakan untuk Scene kendaraan yang.


Menurut Ini digunakan untuk memastikan kronologi penyebab terjadinya kecelakaan menonjol yang korban-nya lebih dari lima orang yakni menganalisa mulai kontak fisik antara kendaraan bus hingga menyentuh tiang besi VMS (Variable Message Sign) disisi kiri jalan tol.


“Nantinya, hasil olah TKP menggunakan alat tersebut akan dipakai untuk bahan gambar visual terkait kronologi kejadian kecelakaan,” ujar Kasi Pullahjianta Subditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, AKBP Hendra Wahyudi,SE, M.MTr menjelaskan kepada media di tengah-tengah melakukan olah TKP dengan Tim TAA Ditlantas Polda Jatim di lokasi kejadian kecelakaan bus tempat kejadian perkara (TKP).


Tim menurut dia melakukan olah TKP terkait kecelakaan bus di jalan tol (Sumo) untuk mencari bukti tambahan guna kepentingan penyelidikan Polda Jatim. Kami Tim TAA memberikan gambaran sebelum, sesaat dan sesudah kecelakaan maut itu terjadi," ujarnya, Selasa (17/5/2022).


Menurut diam, data otentik dari analisa dari TKP akan diinput melalui software program Traffic Accident Analysis untuk merekontruksi setiap detik adegan dalam gambar visual berbasis video animasi. Software TAA akan menganalisa mulai arah tabrakan, kecepatan kendaraan, hingga dapat mengukur secara akurat kecepatan tabrakan yang diduga kurang lebih sekitar 100 kilometer per/jam itu.


Menurut dia, hasil gambar visual animasi terkait kronologi kecelakaan ini bukan untuk dipublikasikan melainkan untuk membantu penyidik mengungkap penyebab kecelakaan saat di persidangan nanti.


Dikatakan, ada tiga titik olah TKP menggunakan alat 3D Scanner mulai dari 100 meter sebelum terjadi kecelakaan, titik lokasi tabrakan dan sesudah kecelakaan, ujar AKBP Hendra sambil menunjuk di bahu jalan terjadinya laka lantas yang terlihat bekas roda kiri kendaraan bus yang menggilas rumput disisi kiri bahu jalan tol.


Dia menambahkan, tidak terlihat bekas pengereman hingga di lokasi tabrakan yang jaraknya dengan Guardrail 60 meter dari tiang VMS (papan reklame). Ia menduga, sopir hampir dipastikan tidak sempat melakukan pengereman hingga terjadi kecelakaan maut tersebut. Karenanya, ia dan tim akan mengecek silang dengan sopir dan saksi-saksi yang ada di dalam bus yang naas itu, tandasnya.


Terkait dengan ditemukannya kandungan napza dari hasil tes darah sopir, menurutnya akan dilakukan pendalaman dirujuk dengan sejumlah temuan baru menunggu hasil analisis terkait penyebab kecelakaan. Sebab bisa saja sopir mengkonsumsi obat-obatan tertentu karenasebab lain.


Hendra kemudian menunjuk ditemukannya goresan di Guardrail bekas bodi bus sebelum menghantam tiang besi VMS jalan tol Sumo.
"Iya benar, tadi sudah kami ambil gambar dengan alat 3D Scanner dan akan kami padukan dengan bukti-bukti lain untuk memastikan jika itu goresan Guardrail dari kendaraan bus," ujar Hendra lagi.


Ganti Sopir

Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X