Kenaikan PBB di Cirebon Picu Protes, Wali Kota Effendi Edo Siapkan Evaluasi Cepat

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 04:53 WIB
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyebut akan mengkaji ulang terkait keluhan kenaikan PBB. (Instagram/effendiedo65)
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyebut akan mengkaji ulang terkait keluhan kenaikan PBB. (Instagram/effendiedo65)

Cirebon, SUARA PEMBARUAN – Masyarakat Kota Cirebon dihebohkan dengan kabar kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang disebut mencapai hingga 1.000 persen. Kabar tersebut memicu gelombang protes dari warga yang menilai lonjakan tarif itu tidak wajar.

Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memastikan akan segera melakukan evaluasi agar keresahan warga tidak berkembang menjadi gejolak sosial.

“Kenaikan memang ada, tetapi tidak sampai 1.000 persen. Saya sudah melakukan kajian ulang dan akan mempercepat proses ini,” ujarnya di Balai Kota Cirebon, Kamis (14/8/2025).

Edo, yang baru menjabat lima bulan, menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB ini merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Ia berjanji mencari formulasi terbaik untuk meringankan beban warga.

“Mudah-mudahan kita menemukan rumusan yang tepat sehingga PBB bisa diturunkan,” tambahnya.

Sebelum pernyataan resmi Wali Kota, penolakan keras sudah lebih dulu disuarakan warga. Paguyuban Pelangi Cirebon termasuk yang paling vokal, bahkan membeberkan bukti dugaan kenaikan tarif ke publik.

Koordinator Paguyuban, Hendrawan Rizal, mengaku terkejut karena tagihan PBB miliknya melonjak hampir sepuluh kali lipat.

Saat ini, Pemkot Cirebon sedang menggodok evaluasi dan menyiapkan langkah perbaikan agar kebijakan tersebut tidak semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X