PATI, SUARA PEMBARUAN – Kesigapan aparat Polsek Tlogowungu terlihat saat menangani bencana tanah longsor di Dukuh Pulingan, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.Baca Juga: Pandji Buka Suara soal “Mens Rea”, Bantah Takut Kritik Anies
Sejak Sabtu (10/1/2026) pagi, polisi bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor demi memulihkan akses jalan dan menjamin keselamatan warga.
Aksi tanggap darurat tersebut dipimpin Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek IPTU Sudiyanto, personel Polsek, serta anggota Koramil 13 Tlogowungu.Baca Juga: Puluhan Pohon Tumbang, 10 Motor Rusak, Dampak Puting Beliung di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo
Penanganan juga melibatkan DPUTR dan BPBD Kabupaten Pati, Pemerintah Desa Gunungsari, serta warga sekitar yang bergotong royong di lokasi.
AKP Mujahid menegaskan, kehadiran aparat di lokasi bencana merupakan wujud tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.Baca Juga: Pencemaran Nama Baik Tak Terbukti, Kasus di Polda DIY Dihentikan, Retno Sudiyanti Ajukan Laporan di Polres Sleman
Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal pascabencana.
Tanah longsor terjadi pada Jumat malam (9/1/2026) sekitar pukul 19.45 WIB akibat hujan deras disertai angin kencang.
Material tanah dan bebatuan menutup jalan utama Dukuh Pulingan dan sempat memutus akses antarwilayah serta mengancam permukiman warga.Baca Juga: Pencemaran Nama Baik Tak Terbukti, Kasus di Polda DIY Dihentikan, Retno Sudiyanti Ajukan Laporan di Polres Sleman
Untuk mempercepat penanganan, alat berat berupa excavator dikerahkan dengan prioritas utama membuka kembali jalur transportasi vital.
Kapolsek menekankan pentingnya keselamatan petugas dan warga selama proses pembersihan berlangsung.Baca Juga: OJK Menilai Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga dalam Menghadapi Prospek Perekonimian 2026
Ia juga mengapresiasi soliditas lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci utama keberhasilan penanganan bencana. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi.Baca Juga: Hadiri Perayaan Natal Oikoumene 2025, Gubernur Bengkulu Ingatkan Pentingnya Kerukunan