peristiwa

Banjir Besar Terjang Denpasar–Badung, Gubernur Koster: 2 Tewas, 4 Masih Hilang

Rabu, 10 September 2025 | 17:51 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali. (Instagram.com/@kostergubernurbali)

Denpasar, SUARA PEMBARUAN — Gubernur Bali I Wayan Koster mengonfirmasi dampak banjir besar yang melanda Kota Denpasar dan Kabupaten Badung setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (9/9/2025). Ia menyebut terdapat 43 titik genangan, dengan wilayah terparah berada di Pasar Kumbasari dan Jalan Raya Pura Demak, Denpasar.

“Yang paling parah itu di Denpasar. Ada 43 titik, terutama Pasar Kumbasari dan Jalan Raya Pura Demak. Beberapa lokasi juga ada di Badung,” ujar Koster kepada awak media di Denpasar, Rabu (10/9).

Bencana tersebut menelan korban jiwa. Dua orang ditemukan meninggal dunia di kawasan Taman Pancing, Kecamatan Denpasar Selatan, sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain korban jiwa, ratusan pedagang di Pasar Kumbasari mengalami kerugian besar. Sekitar 200 pedagang kehilangan barang dagangan karena hanyut terbawa arus atau rusak akibat terendam banjir. “Semua kerugian pedagang akan diganti rugi. Saya sudah minta Wali Kota menghitung nilainya,” tegas Koster.

Ia menjelaskan, jebolnya pagar pembatas air di Sungai Badung menjadi faktor utama banjir yang merendam pasar tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen menanggung biaya ganti rugi dan perbaikan infrastruktur dengan dana dari APBD Provinsi Bali dan Kota Denpasar.

Bangunan yang roboh maupun rusak juga akan direhabilitasi. Koster menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Para pedagang dan warga yang terdampak akan mendapat perhatian khusus agar dapat kembali beraktivitas setelah situasi membaik.

Fokus pemerintah saat ini, menurut Koster, adalah mencari korban hilang, memperbaiki infrastruktur rusak, dan menjamin pemulihan ekonomi warga. “Saya pastikan semua akan ditangani,” tegasnya.

Tags

Terkini