peristiwa

Siaga SAR Merah Putih 2025 Bawakaraeng Ditutup

Senin, 18 Agustus 2025 | 17:38 WIB
Irfan dievakuasi dari Pos 10 (puncak) menuju kaki gunung melalui jalur Bulu Ballea dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan. (Ist)

Seorang Pendaki Meninggal Dunia

MAKASSAR - SUARA PEMBARUAN - Siaga SAR Merah Putih yang mengawal ribuan peserta perayaan Dirgahayu ke-80 tahun Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin,18 Agustus 2025 ditutup melalui apel yang diikuti oleh seluruh personel yang terlibat.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa kegiatan siaga sar siaga merah putih ini dilaksanakan di pegunungan Bawakaraeng sejak Jumat, 15 Agustus 202 at dan berakhir pada senin, 18 Agustus 2025 dengan keseluruhan pendaki yang teregistrasi sejumlah 4.176 pendaki dan personil siaga yang terlibat berjumlah 326 dari 87 intansi dan organisasi berpotensi SAR

"Alhamdulillah, kegiatan Siaga Sar Khusus Merah Putih di Bawakaraeng telah ditutup pada hari ini (18/08). Dengan total pendaki sebanyak 4.172 orang. Dan ada 65 pendaki yang dievakuasi dalam keadaan dunia dan satu orang meninggal dunia selama siaga berlangsung," tutur Sultan.

Dijelaskan Sultan, Siaga Sar Khusus Merah Putih ini memang dilaksanakan untuk mengantisipasi lonjakan pendaki yang hendak merayakan peringatan ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus yang bertepatan di hari libur.

"Dari 65 orang yang dievakuasi, sebagian besar korban mengalami hipotermia dan lainnya mengalami cidera pada kaki,sakit magh , Asam lambung, dan kelelahan. Hal ini memang sudah menjadi salah satu kekhawatiran kami, dikarenakan saat ini kondisi cuaca di Gunung Bawakaraeng memang sangat dingin dan beberapa pendaki yang datang adalah pendaki yang baru saja menginjakkan kaki di gunung Bawakaraeng," kata Sultan.

Sultan melanjutkan, kegiatan siaga sar ditutup hari ini karena para pendaki sudah mulai turun dari berbagai lokasi di Gunung Bawakaraeng.

Sultan mengatakan, mayoritas pendaki yang dievakuasi mengalami hipotermia, cedera kaki, hingga gangguan lambung akibat kondisi dingin ekstrem.
“Sebagian besar korban adalah pendaki pemula yang belum terbiasa dengan medan dan cuaca di Bawakaraeng,” katanya.

Sultan merincikan, sebanyak 65 pendaki dievakuasi dalam Siaga Merah Putih dan satu meninggal dunia.

Menurutnya, mayoritas pendaki yang dievakuasi mengalami hipotermia, cedera kaki, hingga gangguan lambung akibat kondisi dingin ekstrem.

“Sebagian besar korban adalah pendaki pemula yang belum terbiasa dengan medan dan cuaca di Bawakaraeng,” katanya.

Korban meninggal diketahui bernama Irfan (24), warga Kabupaten Bone. Ia merupakan peserta kegiatan lintas alam yang memulai perjalanan dari Bulu Baria menuju puncak Gunung Bawakaraeng bersama 16 rekannya sejak 12 Agustus 2025. Mereka tiba di puncak pada Sabtu (16/8), namun keesokan paginya, Irfan ditemukan dalam kondisi lemah akibat hipotermia oleh tim Siaga Merah Putih.

“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim Dokpol Polda Sulsel yang ikut serta dalam proses evakuasi,” ungkap Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar.

Menurut Andi Sultan, Irfan dievakuasi dari Pos 10 (puncak) menuju kaki gunung melalui jalur Bulu Ballea dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan, tepatnya saat berada di Pos 8. Evakuasi dilakukan dengan tandu guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Jenazah Irfan tiba di Posko Bulu Ballea sekitar pukul 19.05 WITA, kemudian dibawa ke Puskesmas Tinggimoncong untuk pemeriksaan medis. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Carubbu, Kecamatan Awampone, Kabupaten Bone, menggunakan ambulans. (SP.news)

Terkini