Selayar-Suarapembaruan.news. Pencarian korban kecelakaan kapal penangkap ikan Yuiee Jaya II di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, telah memasuki hari ketujuh. Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) Basarnas dalam melakukan operasi SAR, biasanya pencarian korban maksimal dilakukan selama 7 hari. Namun, atas segala pertimbangan yang ada, operasi SAR di perpanjang hingga 3 hari pencarian ke depan.
Informasi awal yang diperoleh dari Kantor Basarnas Makassar, kapal penangkap ikan itu melayari rute Muara Baru - Jakarta tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan terbalik sekitar 52 Nautical Mile dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (09/03/2024) dini hari.
Sampai hari ketujuh operasi SAR terhadap korban kecelakaan kapal Yuiee Jaya II telah ditemukan 12 orang selamat, 4 orang meninggal dunia dan 19 orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Pertimbangan banyaknya korban yang belum diketahui nasibnya itu maka operasi SAR diperpanjang dan area pencariannya diperluas.
"Atas berbagai pertimbangan, setelah melakukan briefing dengan unsur yang terlibat, maka dari itu operasi SAR akan kami perpanjang hingga tiga hari kedepan," ujar Andi Sultan selaku OSC (On Scene Coordinator) pada operasi SAR Yuiee Jaya II, Senin, 18 Maret 2024.
Hingga saat ini ada 3 SRU (Search Rescue Unit) yang melakukan pencarian di beberapa titik lokasi yang terbagi menjadi 3 sektor, dan pencarian juga telah diperluas hingga 147 nautical mil (NM).
Sektor I (Rib Pos SAR Selayar) Bergerak Dari Pulau Jinato melakukan pencarian di sekitar Kawasan Taman Nasional Taka Bone Rate dengan luas area : 586 Nm² Space 2 Nm, Sektor II (Kapal Nelayan) bergerak dari Pulau Rajuni melakukan pencarian di sekitar Kawasan Taman Nasional Taka Bone Rate Dgn Luas Area : 586 Nm² Space 2 Nm, Sektor III (KN SAR Kamajaya) bergerak dari Pulau Jampea menuju bagian timur Taman Nasional Taka Bone Rate luas area pencarian : 936 Nm² Space : 3 Nm.
Sultan menambahkan bahwa tim SAR gabungan telah menyisir pulau kosong tak berpenghuni seperti Pulau Sane Sane, Pulau Jailamu, Pulau Polassi, serta bagian selatan Pulau Nambolaki.
"Dengan penambahan waktu tiga hari kedepan, pencarian akan dimaksimalkan, semoga 19 korban dapat ditemukan," tandas Andi Sultan.
Hingga Senin sore, satu jenazah ditemukan mengapung sekitar 100 meter dari bibir pantai Pulau Kayuadi yang kemudian diketahui bernama Husama dan telah dikebumikan di Pulau Kayuadi.
Berikut Data Korban Selamat :
1.Dian kurniawan/Lakis alamat Magelang
2.Amirrulhak, Alamat Jawa Tengah kecamatan Wonokerto
3.M .Zaki Muntaha, alamat Pekalongan Jawa Tengah
4.Waryen, alamat Pekalongan Karanganyar Derto Gam 6 Jembatan Merah