Kecelakaan Beruntun Bekasi Seret Taksi Green SM, Rekam Jejak Insiden Lama Ikut Disorot

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Selasa, 28 April 2026 | 21:45 WIB
Insiden KRL dan taksi listrik Green SM di Bekasi Timur pada 27 April 2026. (X/ TMCPoldaMetro)
Insiden KRL dan taksi listrik Green SM di Bekasi Timur pada 27 April 2026. (X/ TMCPoldaMetro)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Nama Green SM mendadak jadi sorotan publik usai kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden tragis ini melibatkan KRL jurusan Cikarang yang kemudian tertabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.

Dugaan awal menyebut kecelakaan bermula dari satu unit taksi Green SM yang mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melintas, mengganggu perjalanan kereta lain di jalur yang sama.

Situasi ini memicu efek berantai. KRL yang terhenti di stasiun akhirnya ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek, menyebabkan kecelakaan besar yang menyita perhatian luas.

Sorotan terhadap Green SM semakin menguat karena sejumlah insiden yang melibatkan armada taksi tersebut sebelumnya juga sempat terjadi di berbagai wilayah.

Pada 1 Januari 2026, satu unit taksi dilaporkan terperosok ke selokan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Pengemudi saat itu mengaku kelelahan hingga kehilangan kendali.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 9 Januari 2026, armada lain menabrak sebuah restoran ayam goreng di Tangerang. Mobil disebut bergerak mundur tanpa pengemudi, setelah sebelumnya menghantam tiang listrik. Kasus ini berakhir damai dengan kompensasi kepada pemilik usaha.

Insiden lain terjadi pada 5 Februari 2026 di kawasan Citra Garden City, Jakarta Barat, ketika sebuah taksi mengalami kecelakaan tunggal hingga sebagian bodinya naik ke taman pembatas jalan.

Tak hanya itu, pada 31 Desember 2025, sopir taksi Green SM juga sempat menerobos palang pintu kereta di lintas Kampung Bandan–Kemayoran. Meski terjadi benturan, tidak ada korban jiwa karena pengemudi sempat menyelamatkan diri.

Sebelumnya lagi, pada 6 Maret 2025, armada taksi ini menabrak bus TransJakarta yang sedang berhenti di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, saat proses naik-turun penumpang.

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan taksi tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, akan memperkuat sistem keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X