Ledakan di Teras Malioboro Bikin Panik, Tiga Orang Terluka Akibat Gas Limbah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 31 Maret 2026 | 19:27 WIB
Menyoroti insiden ledakan di Teras Malioboro Yogyakarta yang dilaporkan membuat 3 orang mengalami luka bakar. (Instagram.com/@pandanganjogja)
Menyoroti insiden ledakan di Teras Malioboro Yogyakarta yang dilaporkan membuat 3 orang mengalami luka bakar. (Instagram.com/@pandanganjogja)

 



Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN  — Insiden ledakan yang terjadi di kawasan Teras Malioboro 1, Gondomanan, Kota Yogyakarta, mengejutkan warga dan wisatawan setelah tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar pada Senin pagi (30/3).

Peristiwa tersebut diduga berasal dari sistem saluran pembuangan limbah (bio-filter) yang meledak secara bersamaan dari bawah lantai area warung.

PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, R Anton Budi Susilo, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 07.20 WIB saat saksi mendengar dentuman keras dari arah lantai depan warung.

Tekanan dari bawah tanah menyebabkan material lantai jenis konblok terangkat dan hancur. Dari hasil keterangan saksi, terdapat empat titik saluran limbah yang meledak hampir bersamaan.

Akibat ledakan tersebut, tiga orang yang berada di sekitar lokasi terdampak paparan gas panas. Ketiganya merupakan satu keluarga asal Bangkalan, Jawa Timur, dengan inisial ZA (60), MI (54), dan O (15).

Petugas segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan penanganan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, seperti lengan, wajah, leher, dan kaki. Ketiganya kini telah diperbolehkan pulang, sementara biaya pengobatan ditanggung pihak pengelola.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, ledakan dipicu oleh akumulasi gas metana dalam saluran limbah yang tersumbat.

Penyumbatan tersebut menyebabkan proses fermentasi limbah organik menghasilkan gas dalam jumlah besar yang terperangkap tanpa ventilasi memadai. Tekanan tinggi di ruang tertutup akhirnya memicu ledakan fisik.

Pasca kejadian, kepolisian merekomendasikan pengelola kawasan untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh pada instalasi bio-filter serta menambah sistem ventilasi pada saluran tertutup.

Langkah ini dinilai penting guna mencegah penumpukan gas berbahaya yang berpotensi memicu insiden serupa di kemudian hari.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan limbah yang aman, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti pusat wisata, demi menjamin keselamatan pengunjung dan pelaku usaha.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X