“Keluhannya sudah berkurang dan kondisinya membaik, tetapi masih perlu observasi lanjutan,” katanya.
Sementara itu, pihak kepolisian bersama dinas kesehatan setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolres Jombang, Ardi Kurniawan, menyampaikan bahwa tim kepolisian dan tenaga medis telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengambil sejumlah sampel makanan dari lokasi.
Beberapa menu yang diperiksa antara lain nasi rawon hingga telur asin yang menjadi bagian dari paket MBG.
Seluruh sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan secara ilmiah.
“Semua sampel kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut agar dapat diketahui penyebabnya secara pasti,” ujar Ardi.
Meski gejala yang dialami para santri mengarah pada keracunan makanan, hasil uji cepat sementara terhadap sampel makanan belum menunjukkan adanya kandungan bahan kimia berbahaya.
“Dari hasil rapid test sementara tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat maupun arsenik,” jelasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden keracunan tersebut.
Artikel Terkait
Transparansi MBG Jogja Disorot Warganet, Paket Makan Kini Cantumkan Harga dan Label Gizi
Menu dan Kantong MBG Ramadan Disorot, Guru Keluhkan Tambahan Beban Kerja
Viral Puding MBG Berisi Belatung di SD Malang, Pemkot Minta SPPG Dievaluasi
Viral Siswa di Bima Buang Paket MBG ke Tempat Sampah, Diduga Basi hingga Berbau
Guru Besar Farmasi UGM Khawatir Menu MBG Roti Berjamur Bahayakan Kesehatan Siswa