Viral Siswa di Bima Buang Paket MBG ke Tempat Sampah, Diduga Basi hingga Berbau

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 5 Maret 2026 | 20:23 WIB
Menyoroti peristiwa viral para siswa MIN Ngali di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terekam membuang paket MBG yang diduga sudah basi. (Instagram.com/@mbojoinside)
Menyoroti peristiwa viral para siswa MIN Ngali di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terekam membuang paket MBG yang diduga sudah basi. (Instagram.com/@mbojoinside)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video yang memperlihatkan siswa membuang paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tumpukan sampah viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngali. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah siswa terlihat melempar kotak makanan MBG ke tempat sampah di lingkungan sekolah.

Video itu ramai dibagikan di Instagram pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa paket MBG diduga sudah basi sehingga para siswa memilih untuk membuangnya.

Siswa Mengeluh Bau Makanan

Dalam video tersebut terdengar suara perekam yang menyebut makanan sudah tidak layak dikonsumsi karena berbau tidak sedap.

Beberapa siswa juga terdengar mengeluhkan aroma makanan yang dianggap tidak normal.

Kotak makanan plastik jenis thinwall yang berisi paket MBG itu kemudian dibuang ke tumpukan sampah di sekitar area sekolah.

Aksi tersebut memicu beragam reaksi warganet yang mempertanyakan kualitas makanan dalam program MBG di sejumlah daerah.

Pihak SPPG Bantah Makanan Basi

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak penyedia makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lido Kecamatan Belo memberikan klarifikasi.

Perwakilan SPPG Lido, Nana, menegaskan bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa bukanlah makanan basi.

Menurutnya, menu yang disajikan dalam paket MBG saat itu adalah barongko, makanan tradisional berbahan dasar pisang yang memang memiliki aroma khas.

Ia menjelaskan bahwa aroma pisang pada barongko berbeda dengan aroma makanan seperti puding sehingga bisa saja dianggap aneh oleh sebagian orang yang belum terbiasa.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X