Pati, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kemarahan warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terhadap rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih di area lapangan desa. Lapangan tersebut selama ini menjadi satu-satunya fasilitas olahraga dan ruang aktivitas pemuda setempat.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id, Selasa, 6 Januari 2026, tampak seorang pria yang diduga perwakilan pemerintah daerah menjadi sasaran protes warga di Desa Tambaharjo. Adu argumen pun terjadi ketika warga mempertanyakan kapasitas dan kewenangan pria tersebut terkait rencana pembangunan.
Pria itu mengaku hanya menjalankan tugas sebagai utusan pemerintah daerah dan menyebut kontrak pembangunan telah ditandatangani. Namun pernyataan tersebut justru memicu penolakan warga yang menilai lapangan desa merupakan fasilitas umum yang tidak semestinya dialihfungsikan.
Sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi ataupun diajak bermusyawarah terkait rencana pembangunan tersebut. Mereka menilai kebijakan ini mencederai kepentingan masyarakat karena mengorbankan ruang publik yang selama ini digunakan untuk olahraga dan kegiatan sosial.
Warga juga mempertanyakan aspek perencanaan dan perizinan proyek, serta alasan pemilihan lokasi yang dinilai tidak rasional. Mereka mendesak agar pembangunan Koperasi Desa dilakukan di lokasi lain tanpa menghilangkan fasilitas umum yang sudah ada.
Artikel Terkait
Gubernur Resmikan Pembentukan 1.505 Koperasi Merah Putih di Bengkulu
Sesmenkop Tinjau Koperasi Merah Putih, Pertamina Kawal Ekonomi Desa
Ratusan Pengurus Koperasi Merah Putih di Kota Bengkulu Ikuti Pembekalan Menajemen dan Keuangan
Bupati Rachmat Minta Kades di Bengkulu Tengah Segera Siapkan Lahan Gerai Koperasi Merah Putih
Pemkot Bengkulu Kebut Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih