“Melalui kegiatan ini, kami menerapkan teknologi mesin pembuat pelet ikan terintegrasi. Teknologi ini mencakup pengeringan magot, penepungan, pencampuran bahan pakan, pencetakan pelet, hingga pengeringan produk akhir. Harapannya, BUMDes dapat memproduksi pakan ikan berbasis magot secara lebih mandiri dan terstandar,” tutur Purnama Sukardi.
Baca Juga: Polri Mutasi 146 Pati dan Pamen, Untung Widyatmoko Ditunjuk sebagai Kadivhubinter
Ditambahkan, dengan mesin pelet dan pendampingan dari tim Unsoed, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah magot sekaligus menekan biaya produksi budidaya ikan.
Dalam pendampingan itu, tim memberi pelatihan kepada para kader di Desa Sukoharjo. Diharapkan kegiatan pengabdian ini memperkuat kemandirian pakan ikan berbasis potensi lokal, sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga, serta meningkatkan produktivitas perikanan budidaya di Desa Sukoharjo.
“Inovasi hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa,
BUMDes, dan masyarakat ini, bisa menjadi model pengelolaan limbah organik yang produktif dan berkelanjutan,” tutup Purnama Sukardi. *