Temanggung, SUARA PEMBARUAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan konsep pembangunan desa berbasis teknologi di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Melalui penyusunan Masterplan Desa Campuranom 2027–2034, desa ini diarahkan menjadi destinasi wisata pertanian yang mengusung konsep regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan.
Program yang melibatkan 30 mahasiswa KKN-IDBU Tim 21 tersebut tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan jangka panjang, tetapi juga melahirkan inovasi nyata berupa prototipe smart light trap bertenaga surya sebagai solusi pengendalian hama di lahan pertanian.
Masterplan disusun untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi desa, mulai dari pengendalian hama, kebutuhan energi di area pertanian, pengelolaan limbah biomassa, konservasi tanah dan air, hingga peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Seluruh program dirancang menjadi peta jalan pembangunan desa hingga tahun 2034.
Ketua dosen pembimbing KKN, Ardy Wibowo, Ph.D., mengatakan masterplan diharapkan menjadi acuan pembangunan yang mampu menyatukan potensi desa dengan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
"Masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi arah bersama pembangunan desa. Prinsip regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan kami dorong agar pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Salah satu program unggulan dalam masterplan adalah pengembangan smart light trap berbasis tenaga surya yang dirancang lebih adaptif dibandingkan perangkap cahaya konvensional.
Perangkat tersebut dilengkapi solar tracker yang membuat panel surya otomatis mengikuti arah datangnya sinar matahari sehingga pasokan energi tetap optimal. Selain itu, alat menggunakan blower otomatis berbasis sensor yang akan aktif ketika mendeteksi keberadaan serangga di sekitar sumber cahaya sehingga proses penangkapan hama menjadi lebih efektif.
Keunggulan lainnya adalah desain tiang yang dapat disesuaikan dengan tinggi tanaman serta konstruksi portabel sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan petani di berbagai jenis lahan.
Tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendali hama, smart light trap juga didukung modul pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut membantu petani mengidentifikasi jenis serangga yang tertangkap sekaligus memberikan rekomendasi awal mengenai metode pengendalian yang sesuai.
Penanggung jawab pengembangan alat, Nicholaus Ferdinand, mengatakan seluruh sistem dirancang langsung oleh mahasiswa berdasarkan kebutuhan pertanian di Desa Campuranom.
"Kami mengembangkan alat ini mulai dari konsep, sistem energi, sensor, blower hingga struktur fisiknya. Tujuannya agar alat lebih hemat energi, mudah digunakan, adaptif terhadap kondisi lahan, dan efektif membantu petani mengendalikan hama," katanya.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari alat tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman sehingga penggunaan pestisida kimia dapat ditekan.
Masterplan Desa Campuranom sendiri dibangun berdasarkan hasil observasi lapangan, kajian lintas disiplin ilmu, serta diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Dokumen tersebut memuat tahapan pembangunan yang saling terintegrasi hingga tahun 2034.
Kepala Desa Campuranom, Wirawan, S.T., berharap dokumen tersebut menjadi pedoman pembangunan desa yang realistis dan dapat dilaksanakan secara bertahap.
Artikel Terkait
Aksi Nyata KKN Unhas di Benteng Gajah, dari Membuat Pengusir Nyamuk hingga Kompos Organik
Pemerintah Mengapresiasi Hasil Kerja Mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan di Desa Maradekaya
Tragedi KKN di Tanah Bumbu, Tujuh Tewas dalam Tabrakan Pikap dan Truk Tangki
Kreatif Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Ajarkan Siswa SD Parepare Kurangi Sampah Plastik
Mahasiswa KKN Unhas Ajari Warga Mengubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair