SUARA PEMBARUAN - Setelah memberhentikan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, PSSI akhirnya mengungkapkan jumlah kompensasi atau pesangon yang harus dibayar kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut. Keputusan ini terbilang mengejutkan, mengingat Shin Tae Yong sudah bekerja sama dengan PSSI selama lima tahun.Baca Juga: Apakah Penderita HMPV Perlu Melakukan Isolasi Seperti Penderita Covid-19? Ini Pencegahan dan Pengobatannya!
Shin Tae Yong sebenarnya masih terikat kontrak dengan Timnas Indonesia hingga 2027, dan baru saja memperoleh perpanjangan kontrak sebelum pemecatan ini terjadi.
Oleh karena itu, PSSI harus membayar kompensasi kepada Shin Tae Yong karena mengakhiri kontrak sebelum waktunya.Baca Juga: Plt Gubernur Bengkulu Ajak Masyarakat Terus Bergotong Royong Majukan Kabupaten Kepahiang
Komitmen PSSI terhadap Kontrak
Erick Thohir, Ketua PSSI, menjelaskan bahwa PSSI tetap akan memegang komitmen terhadap kontrak yang telah disepakati.
Erick menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bermain-main terkait kompensasi yang harus diberikan kepada Shin Tae Yong setelah pemecatannya.
"Sebagai federasi yang kredibel, kami harus menghormati kesepakatan yang telah dibuat," ujar Erick.
Dia menambahkan bahwa meskipun pelatih asal Korea Selatan itu kontraknya masih panjang, PSSI akan tetap memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Baca Juga: KPU Bengkulu Tetapkan Helmi Hasan-Mian Gubernur dan Wagub Bengkulu Terpilih Priode 2025-2030
PSSI juga menekankan hal ini kepada klub-klub di Liga Indonesia, agar tidak ada lagi isu terkait pembayaran hak-hak pemain.
Erick mengungkapkan bahwa pihaknya siap memberikan hukuman berat kepada klub yang tidak memenuhi kewajiban tersebut. Hal ini juga berlaku bagi PSSI yang harus mematuhi kontrak dengan Shin Tae Yong.
Pentingnya Kredibilitas Federasi
Menurut Erick, penting bagi PSSI untuk menjaga kredibilitas di mata internasional, terutama terkait masalah kontrak.
Keputusan untuk menghormati kontrak Shin Tae Yong adalah langkah yang perlu dilakukan guna menjaga kehormatan federasi.Baca Juga: Libur Nataru, Konsumsi BBM Gasoline di Jateng & DIY Alami Kenaikan, Gasoil Turun
"Sama seperti kami berusaha memperbaiki Liga Indonesia, kami juga menekankan kepada klub-klub untuk tidak melanggar kontrak dengan pemain," tambah Erick. "Kami ingin tidak ada lagi isu pemain yang tidak dibayar."
Artikel Terkait
Patrick Kluivert Calon Kuat Gantikan STY? Intip Perbandingan Karier Kepelatihan Shin Tae-yong vs Patrick Kluivert
Pemecatan PSSI ke STY Viral di Medsos, Jeje: Tidak Ada yang Tahu Sekacau Apa Pikiranku
Pemain Timnas Susah Move On saat Ditinggal STY: Cerita Ernando yang Diminta Operasi Bahu hingga Jadi Sosok Berharga Bagi Rizky Ridho
Jurnalis Italia Fabrizio Romano Bocorkan Info, Benarkah Patrick Kluivert Jadi Pelatih Pengganti STY?
Dibawah Pelatih Baru, Timnas Bakal Meroket atau Merosot? Ini Sepak Terjang STY Bawa Garuda Naik 46 Peringkat di Ranking FIFA!