Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Harapan baru untuk kebangkitan taekwondo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai terlihat seiring menguatnya dukungan terhadap Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, untuk maju sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) DIY. Dukungan ini dinilai sebagai momentum penting mengingat prestasi taekwondo DIY yang sempat menjadi langganan juara nasional kini mengalami stagnasi.
Pemilihan Ketua Pengda TI DIY yang dijadwalkan berlangsung bulan depan menjadi penentu arah baru organisasi. Berbagai kalangan—mulai dari pengurus cabang, akademisi, hingga master taekwondo—menilai Aris memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk memperbaiki tata kelola organisasi yang selama ini dinilai karut-marut.
Pengurus Pengkab TI Bantul secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Aris. Hanuji Ribowo menegaskan bahwa Aris memiliki keinginan kuat serta kapabilitas dalam membangun prestasi. Hal senada disampaikan Sekretaris Pengkab TI Bantul, Adam Rubianto, yang menyebut arahan konkret dari Aris telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kabupaten.
Dukungan paling bersejarah datang dari master taekwondo DIY, dr. Indra Istiyadi. Ia mengenang masa keemasan ketika Yogyakarta menjadi langganan juara umum nasional, bersama para pelatih pertama seperti Master Maji, Master Haji, Master Didie, dan Master Pras. Namun, menurut dr. Indra, masalah klasik seperti pendanaan yang tidak jelas dan laporan keuangan yang tidak transparan telah menghambat perkembangan.
"Selama ini kita bosan dengan kondisi yang begitu-begitu saja. Dengan hadirnya Pak Aris, saya yakin taekwondo Jogja bisa kembali maju," ujar dr. Indra, yang meski kini sibuk sebagai dokter, tetap aktif membina taekwondo melalui tempat latihan khusus bagi para senior.
Dari kalangan akademisi, Prof. Devi Tirtawirya dari Universitas Negeri Yogyakarta menilai pendekatan Aris berbasis akademis dan modern. Ia menekankan bahwa taekwondo DIY harus dikelola secara kolektif, tidak terpusat pada satu pihak. "Semua elemen harus dirangkul untuk mencapai target, minimal masuk tiga besar nasional," ungkapnya. Ia juga menyoroti militansi para pelatih DIY yang selama ini bekerja keras dengan bonus rendah sebagai modal besar yang perlu dioptimalkan.
Menanggapi dukungan tersebut, Aris Suharyanta menyatakan kesiapannya maju. Ia mengaku telah memimpin TI Bantul selama dua periode dengan fokus pada transparansi dan peningkatan prestasi. Aris menyoroti sejumlah persoalan organisasi, termasuk pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang sempat gagal hingga tiga kali serta kurangnya pelibatan tokoh dan pemerhati taekwondo.
"Kami ingin merangkul semua pihak tanpa terkecuali dan membangun taekwondo DIY secara bersama. Transparansi akan menjadi prinsip utama untuk prestasi taekwondo DIY di tingkat nasional dan internasional," tandasnya.
Menanggapi isu bahwa dirinya masih menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Bantul, Aris menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyalahi aturan. Ia tetap siap maju demi kepentingan taekwondo DIY, dan menekankan bahwa kepemimpinannya selama ini selalu berorientasi pada pengabdian, bukan keuntungan pribadi.
Situasi organisasi taekwondo DIY yang sempat mengalami kemandekan menjadi latar belakang penting munculnya dukungan terhadap Aris. Kegagalan pelaksanaan Muskab hingga akhirnya Pengurus Besar TI menunjuk caretaker membuat banyak pihak menilai kepemimpinan baru diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan. Dengan dukungan luas dari berbagai elemen, Aris diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dan mengembalikan kejayaan taekwondo Jogja di kancah nasional.
Artikel Terkait
Usai Makan MBG, Siswa SD di Sampang Diduga Alami Alergi Massal
Gaspol Tekan Stunting! Wihaji Kawal Ketat MBG 3B dari Dapur SPPG sampai Rumah Warga
33.625 Pelajar Keracunan MBG, Target 3000 Porsi per SPPG Dinilai Tidak Masuk Akal
Fakta di Balik Kabar Balita Tewas Usai MBG di Cianjur, Dinkes: Tunggu Hasil Lab!
Viral MBG Datang Sore, Guru di Sigi Tolak Distribusi: “Ini Bukan Makan Siang Lagi”
Pengolah Sampah Terpadu Banyumas Jadi Prioritas Nasional, Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2–3 Tahun
Sampah Menjadi Genteng Inovasi Cerdik TPST BLE Banyumas Siasati Problematik Sampah