Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Manajemen Destinasi Injourney telah mempersiapkan berbagai program menarik untuk menyambut masa liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dan memastikan bahwa destinasi wisata utama seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko, serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) siap menyambut wisatawan.
Dengan tema "Cerita Liburan Akhir Tahunmu Dimulai di Candi," berbagai aktivitas dan atraksi yang menggabungkan sejarah, seni budaya, serta ragam pertunjukan modern yang melibatkan seniman lokal dan nasional, dan UMKM.
Selain menyuguhkan hiburan, program-program ini juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pelaku UMKM lokal.
Dalam keterangan pers yang digelar Kamis (19/12/2024) di Hotel The Manohara Yogyakarta. Corporate Secretary PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Ryan Eka Permana Sakti menjelaskan, seluruh anak usaha InJourney juga membuat program atraksi dan event yang menarik mulai 23 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025 dan membuat program khusus yang sudah berlangsung tahun lalu yakni apresiasi pengunjung pertama pada 1 Januari 2025.
Dikatakan, tahun ini, target kunjungan ke destinasi di bawah Manajemen Destinasi Injourney mencapai 217 ribu kunjungan.
Sedang proyeksi jumlah wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur mencapai 125 ribu wisatawan atau naik 5,05 % dari tahun lalu, Taman Wisata Candi Prambanan 169 wisatawan (naik 13%), Keraton Ratu Boko 10.688 wisatawan (naik 4%) sedang Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 210 ribu pengunjung atau naik 34%. Sedang pada panggung teater dengan pertunjukan Pangggung Ramayana Ballet, Shinta Obong dan Roro Jonggrang target pengunjung mencapai 3578 atau naik 28% dan The Manohara Hotel, 1154 pengunjung atau naik 12%.
Ditambahkan Marketing Group Head Galuh Indah, pihaknya juga menyiapkan point atraksion seperti sunset Sendyakala Ratu Boko, juga musik tradisional, sedang di panggung Candi Prambanan, Swara Prambanan akan menghadirkan. JKT 48, Nadine Amizah, Mocca, Vina Panduwinata, Feel Koplo, dan Raisa pada malam pergantian tahun.
Sedang Operasional Group Heat Leonardus Adityo Nugroho menambahkan bahwa pihaknya juga sudah melakukan antisipasi bencana hidrometeorologi. “Berdasarkan informasi BMKG bahwa awal Januari akan terjadi iklim ekstrim, kami sudah melakukan persiapan antara lain pemasangan alat anti petir di beberapa tempat, pemotongan ranting pohon, penambahan rambu menuju lokasi dan ketersediaan petugas medis,” paparnya.
Dengan persiapan yang matang diharapkan pengunjung atau wisatawan tetap akan merasa aman dan nyaman, dan mendapatkan pengalaman liburan yang juga akan berimbas pada kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. *