nasional

Mentan Andi Amran Kolaborasi Menteri PU Dody Hanggodo, Pastikan Ketersediaan Air untuk Swasembada Pangan

Jumat, 15 November 2024 | 18:17 WIB
Mentan Andi Amran dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajarannya menggelar koordinasi padu padan di Kantor Kementerian PU, Jumat, (15/11/2024). (Ist)

“Jadi ada air, ada pertanaman, ada beras pasti ada kehidupan,” (Mentan)

Jakarta – SUARA PEMBARUAN – Optimalisasi lahan untuk perluasan areal tanam padi sangat bergantung pada ketersediaan pasokan air. Untuk memastikan program swasembada pangan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terealisasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempersiapkan akses penyediaan air.

Program swasembada pangan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terus dikerjakan secara optimal, apalagi dengan diwujudkannya kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyiapkan sarana produksi dan budidaya (saprodi) meliputi, benih, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian, sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan akses penyediaan air sebagai jantung terlaksananya usaha swasembada pangan.

“Kata kuncinya adalah Pak Menteri PU menyiapkan air untuk tanaman sepanjang tahun, minimal tiga kali panen. Nah, kami menyiapkan sarana produksi dan budidaya (saprodi). Jadi ada air, ada pertanaman, ada beras pasti ada kehidupan,” ujar Mentan Amran saat menggelar koordinasi padu padan di Kantor Kementerian PU, Jumat, 15 November 2024.

Menurut Mentan Amran, saat ini pemerintah telah membagi dua konsep besar guna mempercepat capaian swasembada. Pertama adalah ekstensifikasi atau cetak sawah baru seluas 1,3 juta hektare.

“Dan kedua intensifikasi atau Oplah (optimasi lahan rawa) seperti di Kalimantan, jawa dan sebagainya. Di sana kita akan normalisasi irigasi minimal untuk 1 juta hektare,” katanya.

Mentan mengatakan baik intensifikasi maupun ekstensifikasi nantinya akan dikerjakan bersama-sama sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing kementerian dan lembaga negara.

“Ini kita akan kerjakan bersama, kemudian pembagian tugas tim bekerja di lapangan. Kami bertanggungjawab pada sarana produksi, padi, alat mesin pertanian dan yang lain menyesuaikan,” katanya.

Dengan begitu, Mentan berharap pertanian akan menjadi tumpuan sekaligus bantalan ekonomi bagi anak muda ke depan agar memiliki penghasilan terutama dari sektor pangan. Petani milenial kata Mentan diharapakan menjadi daya gedor capaian swasembada.

“Milenial dan Generasi Z akan kita libatkan. kita berikan mereka alat mesin pertanian, nilainya kurang lebih satu tim 3 miliar. Kita hibahkan, pendapatannya dan ingat bukan gaji ya, pendapatannya minimal 10 juta per bulan. Dan bisa 20-30 juta kalau mereka rajin,” katanya.

Mengenai hal ini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengaku siap membantu berbagai program yang dikerjakan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, koordinasi ini merupakan koordinasi lanjutan antara Kementan dan Kemen PU yang berlangsung beberapa hari lalu.

“Kami hari ini berkoordinasi lanjutan, dari beberapa minggu lalu dan kita selalu berkoordinasi dengan Menteri Pertanian. Dari sini cuma satu, support salah satu program sangat unggulannya Pak Presiden yaitu swasembada pangan,” katanya.

“Insya Allah kami sudah boleh mulai kerja langsung ke lapangan. Sesuai arahan Pak Menteri Pertanian, ada beberapa titik yang mesti kita fokuskan. Kira-kira ada 12 provinsi, nanti Pak Menteri Pertanian akan bisa memberikan gambaran lebih detail lagi. Jadi kami dari Kementerian Pekerjaan Umum siap men-support apapun yang menjadi program di Kementerian Pertanian. Utamanya dalam segi ketahanan pangan dan air,” jelasnya. (SP.news)

 

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB