nasional

Ada Bahagia, Uang, Pengkhianatan Dalam Pembebasan Pilot Philip Mark Merthens

Senin, 23 September 2024 | 06:22 WIB
Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark (Istimewa)

Jayapura, SUARAPEMBARUAN - 7 Februari 2023 Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Merthens disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/TPNPB-OPM wilayah Kabupaten Nduga, Papua pimpinan Egianus Kogoya. 

Pihak TNI-Polri menyebut mereka Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kelompok Sipil Bersejata (KSB).

Kapten Philip Mark merupakan pengemudi Pesawat Susi Air dibakar kelompok Egianus Kogoya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga pada Selasa, 7 Februari 2023.

Pesawat dengan nomor penerbangan SI 9368 itu diketahui tengah dipiloti Kapten Philips M. berkebangsaan Selandia Baru dan membawa lima penumpang, termasuk seorang bayi. 

Semua penumpang selamat, tapi mereka menyandera Kapten Philips hingga saatini. Mereka menggunakan pilot Susi Air tersebut untuk bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat(TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengeluarkan sebuah proposal pembebasan pilot. Proposal tersebut diterbitkan pada Selasa, 17 September 2024, dan menunjuk fasilitator untuk mediasi pembebasan Philip Mark Mehrtens.

Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom meminta berbagai pihak jangan mengeluarkan pernyataan yang merugikan dan mengacaukan upaya pembebasan sandera ini. "Ini niat baik kami karena kepentingan kemanusiaan,"tegasnya, Senin (21/9/2024) pagi

Pernyaataan keras Juru Bicara TPNPB OPM terkait ada pihak yang mengeluarkan pernyataan konyol terkait proposal ini.

Namun, dihari yang sama Sebby tak tau Kapten Philip Mark sudah dibebaskan. "Kami belum ketahui,"ujarnya saat dikonfermasi pukul 12.45 WIT

Penghianatan

Tujuh jam kemudian,tepat pukul 19.09 WIT Sebby menyampaikan pesan Egianus telah menghianati TPNPB. Tak hanya itu Sebby juga memperlihatkan bagaimana koordinasi dengan Egianus terkait pembebasan pilot melalui videocall dan proposal pembebasan yang sudah didengungkan Sebby.

Sebby Sambom kaget perihal kejadian ini, namun nasi telah jadi bubur, Kapten Philip Mark Merthens yang disandera tanggal 7 Februari 2024 telah dibebaskan, Sabtu 21 September 2024. Dari Nduga dia diterbangkan ke Timika langsung ke Jakarta.

Dalam pernyataannya, Capt. Philip Mark Marthens mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah dibebaskan.

Bahagia

Halaman:

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB