nasional

Presiden dan Mentan Amran Kunjungi Perkebunan Kopi di Lampung Barat

Jumat, 12 Juli 2024 | 16:28 WIB
Presiden Jokowi didampingi Mentan Andi Amran Sulaiman, Jumat (12/7/2024) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat. (Ist)

Jokowi : Pacu Produksi Kopi dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Lampung Barat – Suarapembaruan.news. Menjelang masa jabatannya akan berakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih memfokuskan diri untuk memberi perhatian terhadap masalah pertanian di tanahair yang dianggap sebagai masalah yang sangat sensitif, apalagi menghadapi gejolak pasar dan kemarau panjang.

Beberapa hari ini Jokowi rajin turun ke lapangan didampingi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melihat langsung keadaan dan dialog dengan petani, seperti yang dilakukan, Jumat (12/7/2024), mereka meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperkuat dukungan terhadap komoditas kopi Indonesia sebagai kopi terbaik dan terbesar di dunia.

Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, melihat lengsung pelaksanaan program pompanisasi di Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

"Dan kita tahu, harga kopi sekarang ini terus membaik, meskipun kadang turun, tapi secara tahunan naik terus. Lalu, volume untuk permintaan ekspor juga naik terus. Inilah yang tadi saya sampaikan ke Pak Menteri Pertanian agar memberi perhatian pada komoditas kopi," ujar Presiden Jokowi.

Saat ini harga komoditas kopi mencapai Rp 70 ribu per kilogram (Kg) dalam bentuk kering atau green bean, sementara rata-rata produktivitas kopi petani mencapai 3 hingga 4 ton per hektare.

Terkait hal ini, Presiden ingin petani terus meningkat produksinya sehingga mampu menyentuh 8 ton perhektare agar kesejahteraannya lebih meningkat.

 

“Yang paling penting adalah produktivitas per hektarnya harus naik, yang masih 1 hektare, 1 ton, 2 ton, harusnya bisa masuk ke 4 ton atau 5 ton. Tetapi ingat, ini tugas kita bersama, bagaimana membuat produktivitas per hektarenya menjadi naik drastis," katanya.

Menambah Pupuk Subsidi

Dikesempatan itu Presiden menyampaikan mengenai penambahan pupuk subsidi. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan alokasi pupuk subsidi yang kini naik 2 kali lipat dari yang tadinya 4,5 juta menjadi 9,5 juta ton. Kenaikan tersebut diharapkan menjadi pemicu produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun mancanegara.

"Peningkatan produksi itu bisa terjadi kalau ada perawatan yang baik, ada pupuk yang baik, ada jarak tanam yang mungkin lebih rapat sehingga produktivitas bisa naik. Ingat, kita memiliki 1,2 juta hektare kopi, baik Robusta maupun Arabica di seluruh Indonesia," katanya.

Kendati begitu, Presiden ingin produksi kopi yang dilakukan ini masuk pada tahap industri atau hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah atau pendapatan petani kopi itu sendiri. Hilirisasi yang dilakukan bahkan tidak hanya dilakukan pada kopi melainkan juga komoditas lain seperti kakao, sawit dan komoditas perkebunan lainnya.

"Ya harus seperti itu, harusnya semuanya tidak dalam bentuk mentahan, bahkan tidak hanya kopi, tetapi coklat, sawit dan semua komoditas perkebunan lainya," katanya.

Halaman:

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB