Belum Sempat Panen Pisang Cavendis
Makassar-Suarapembaruan.news. Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, beserta beberapa penjabat gubermur lainnya, Jumat (17/5/2024) diberhentikan. Bahtiar akan diganti Zudan Arif Fakrulloh.
Undangan pelantikan para penjabat gubernur baru beredar, ditandatangani Plt Sekjen Depdagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si atas nama Menteri Dalam Negeri tertanggal 16 Mei 2024. Pelantikan bertempat di Sasana Bhakti Praja (SBP) Lantai 3 Gedung C Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara No 7 Jakarta Pusat.
Dalam undangan yang beredar itu gubernur yang akan dilantik Jumat hari ini adalah Pj Gubernur Maluku Utara, Pj Gubernur Sulawesi Barat, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Pj Gubernur Gorontalo
Pelaksana Harian (Plh) Kapuspen Kemendagri Aang Witarsa Rofik memastikan, Jumat ini Mendagri melantik Pj Gubernur Sulsel pengganti Bahtiar Baharuddin.
Bahtiar masuk dalam daftar pejabat yang dirotasi, kabarnya Bahtiar bergantian posisi dengan Zudan.
Bahtiar baru menjabat 8 bulan, menggantikan Andi Sudirman Sulaiman yang masa jabatannya sebagai Gubernur Sulsel berakhir pada 5 September 2023.
Sedangkan pengganti Bahtiar rencananya Zudan Arif Fakrulloh, sebelumnya adalah Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) sejak 12 Mei 2023.
Gemar Tanam Pisang
Diawal kepemimpinannya, Bahtiar Baharuddin, mencanangkan Gerakan Gemar Menanam Pisang (G2MP), ini merupakan program prioritas Pj Gubernur Sulsel dalam mengatasi kemiskinan ekstrim dan ketahanan pangan.
Program Gemar Tanam Pisang untuk menjadikan Sulsel sebagai salah satu provinsi penghasil pisang terbaik berkualitas ekspor dengan memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah.
Dia mengajak kerja sama akademisi, segenap elemen masyarakat, para kepala desa dan petani. Bahtiar menganggap program ini sangat efektif memberi nilai tambah untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Pasarnya jelas nilainya lebih baik sehingga tidak perlu ragu dan bibitnya disiapkan.
Upaya tersebut diawali dengan memberikan edukasi kepala 1.806 penyuluh pertanian se-Sulsel yang digelar di Kota Makassar, pada, Kamis, 9 November lalu.
Budidaya pisang varietas cavendis itu sudah berjalan di beberapa daerah, termasuk di Bone, kampung halaman Bahtiar dan tak lama lagi dipanen. Sayangnya, Bahtiar belum sempat menyaksikan dan menikmati panen cavendis keburu dimutasi. (SP.news/MK Said)