Jalur Trans Sulawesi di Enrekang Tertimbun Longsor
Luwu-Suarapembaruan.news. Tujuh orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, rumah warga di beberapa kecamatan terendam banjir, diantaranya tertimbun longsor saat intensitas hujan mencapai puncaknya, Jumat (3/5/2024) dini hari.
"Benar, Jumat pagi banjir meluas di beberapa kecamatan di Luwu yaitu Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, Bajo, Bajo Barat, Latimojong, Bupon, Ponrang dan Walenrang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Budi Baso Tenriesa.
Budi mengatakan, banjir mulai merendam beberapa kecamatan sejak Jumat dini hari, BPBD mengarahkan personil di lapangan untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Menurutnya, Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Suso dan Sungai Suli meluap menggenangi pemukiman warga. Beberapa warga mengungsi karena dibeberapa tempat terjadi ketinggian air mencapai lutut orng dewasa, bahkan ada yang lebih satu meter.
Di Suli Barat dikabarkan, 10 rumah juga disapu banjir dan tiga orang belum ditemukan. Di Buntu Sarek Kecamatan Latimojong,.6 rumah tertimbun longsor dan 5 korban jiwa di Desa Buntu Sarek.
Sumber setempat mengatakan, diperkirakan, banjir Luwu telah menyapu puluhan rumah warga di beberapa kecamatan. Laporan yang baru diterima dari Buntu Sarek, Latimojong adanya rumah yang tertimbun longsor dan korban jiwa. Secara keseluruhan BPBD Luwu belum merekapitulasi dampak bencana karena masih terkonsentrasi untuk memberi pertolongan dan mengevakuasi warga ke tempat aman.
Berdasarkan laporan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kecanatan Latimojong Koramil 1403-05/Bastem yang dikirimkan ke Kodim 1403 Palopo menyebutkan, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (02/05/2024) sekitar pukul 20.00 Wita, karena tingginya intensitas hujan, Jumat (03/05/2024) sekira pukul 04.00 Wita, terjadi bencana alam tanah longsor dan menimbun 6 rumah warga di Desa Pajang dan mengakibatkan 5 korban jiwa di Desa Buntu Sarek, banjir yang membawa material mengakibatkan jembatan putus di Desa Ulusalu. Akses jalan belum bisa tembus dikarenakan hujan deras dan kondisi jalan berlumpur dan dipenuhi material banjir..
Dari laporan Babinsa itu menyebutkan, 5 org korban jiwa di Desa Buntu Sarek Enam rumah warga yang tertimbun longsor di Dusun Patamman, Desa Pajang adalah rumah milik Hayani (55) PNS, Anwar (50) petani, Marija (70) petani, Mashar (50) petani, Pahrum (48) petani, Edi Gasalba (35) petani.
Sedangkab Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo yang dihubungi SP.news, Jumat sore mengatakan, korban yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Desa Buntu Sarek Kecamatan Latimojong 7 orang yaitu : Rumpak (97), Jatima (55), Rima (84), Muhammad Misdar (29), Mawi (57), Sukma (9), Kapila (84).
Amson menambahkan, dampak bencana Luwu belum kita data secara menyeluruh, apalagi bencana serupa juga terjadi pada waktu bersamaan di Kabupaten Wajo, Enrekang, Pinrang, Sidrap, "Yang jelas, BPBD saat ini berkonsentrasi di masing-masing daerah, melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk membantu warga," katanya.
Menurut Amson, kondisi terparah memang terjadi di Luwu dan BPBD sudah membuka dapur umum di titik-titik pengungsian, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan pertolongan kepada warga, terutama yang berada di lokasi pengungsian.
Peringatan Dini
Sehari sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Kabupaten Luwu berlajku mulai Jumat (03/05/2024) pukul 10.00 Wita hingga 12,00 Wita. Potensi terjadinya hujan di wilayan tersebut dengan intensitras sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/.petir dan angin kencang.
BMKG memperkirakan wilayah potensi meluas di Kabupaten Enrekang dan Sidrap. Kabupaten Wajo disebutkan masuk wilayah tidak terdampak, namun kenyataannya akibat hujan Jumat pagi, banjir terjadi di Kampung Lompoe, Desa Awo, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo warga setempat terpaksa dievakuasi dengan alat seadanya menggunakan rakit batang pisang, sambil menunggu bantuan perahu karet ke BPBD Wajo.
Kabupaten Enrekang yang masuk wilayah potensi hujan meluas, pada hari yang sama mengalami longsor di jalur trans Sulawesi. Beberapa hari sebelumhya kota Enrekang juga dilanda banjir akibat luapan sungai besar yang posisintya membelah kota tersebut.