nasional

Viral Dugaan Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah, Bank Jatim Tegaskan Sistem Internal Aman

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:16 WIB
Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap. (X/DarilyDarkWeb)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN  – Dugaan kebocoran data jutaan nasabah Bank Jatim menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul klaim adanya data pelanggan yang diperjualbelikan di forum dark web. Informasi tersebut pertama kali ramai setelah diunggah akun pemantau keamanan siber @DailyDarkWeb di platform X.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut seorang pelaku ancaman siber mengaku memiliki akses terhadap sekitar 5,7 juta rekaman data yang diduga berasal dari platform mobile banking Bank Jatim. Klaim itu langsung memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi nasabah.

“Indonesia - Bank Jatim - Seorang pelaku ancaman siber mengiklankan database yang diduga terkait dengan platform mobile banking Bank Jatim dengan klaim akses ke sekitar 5,7 juta data rekaman,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang dipublikasikan pada 12 Juni 2026.

Unggahan itu juga menyebut adanya contoh struktur data yang diduga berisi berbagai informasi pribadi pelanggan. Data yang diklaim bocor mencakup nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, nomor telepon, hingga sejumlah informasi yang disebut berkaitan dengan aktivitas perbankan.

Munculnya informasi tersebut segera menjadi perhatian publik mengingat data pribadi dan informasi perbankan merupakan aset yang sangat sensitif serta berpotensi disalahgunakan apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi kabar yang beredar, manajemen Bank Jatim menyatakan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan investigasi internal serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan validitas informasi tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial perusahaan pada Senin (15/6/2026), Bank Jatim menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya gangguan terhadap sistem internal perseroan.

“Bank Jatim telah melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga saat ini, Bank Jatim tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim,” tulis manajemen Bank Jatim.

Pihak bank juga menyatakan bahwa karakteristik data yang beredar tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan yang dimiliki perusahaan.

“Selain itu, karakteristik data yang beredar juga tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan perseroan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya investigasi, Bank Jatim mengungkapkan telah menjalin koordinasi dengan berbagai lembaga terkait, termasuk melalui Platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) yang dikelola oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses verifikasi, pertukaran informasi, serta pendalaman terhadap sumber dan validitas data yang diklaim beredar di forum dark web.

Kasus dugaan kebocoran data ini kembali mengingatkan pentingnya keamanan siber di sektor perbankan yang semakin bergantung pada layanan digital. Di tengah meningkatnya aktivitas perbankan berbasis aplikasi, perlindungan data pribadi nasabah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian besar dari regulator maupun masyarakat.

Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung. Publik menunggu hasil verifikasi lebih lanjut dari Bank Jatim, BSSN, maupun pihak berwenang lainnya untuk memastikan apakah data yang diklaim beredar tersebut benar berasal dari sistem perbankan atau berasal dari sumber lain yang tidak terkait langsung dengan infrastruktur Bank Jatim.

Tags

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB