nasional

Nanik S. Deyang Pilih Bungkam Soal Motor Listrik BGN

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:32 WIB
Mengintip nasib proyek motor listrik MBG yang diadakan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana yang kini menjadi tersangka korupsi. (Instagram.com/@nowdots - Dok. BGN)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menjadi sorotan setelah memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan terkait polemik pengadaan motor listrik di lingkungan BGN yang terjadi pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Momen tersebut terjadi seusai rapat bersama DPR yang membahas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (15/6/2026). Nanik yang baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 tampak langsung menuju kendaraan dinas yang telah menunggunya tanpa memberikan tanggapan kepada awak media yang mencoba meminta klarifikasi.

Sejumlah wartawan saat itu menanyakan perkembangan nasib ribuan motor listrik yang sebelumnya dibeli BGN untuk mendukung operasional program MBG. Namun pertanyaan tersebut tidak mendapat respons.

“Bu soal motor listrik aja di lapangan gimana, Bu? Kan Bu Arum membahas soal anggaran,” tanya salah seorang wartawan.

Pertanyaan lain mengenai isu demonstrasi yang tengah ramai diperbincangkan juga dilontarkan. Namun Nanik tetap melanjutkan langkahnya menuju mobil Toyota Alphard berwarna putih yang telah menunggu di area gedung DPR.

Sikap tersebut kemudian mendapat perhatian dari politikus Anas Urbaningrum. Melalui akun media sosial X, Anas menyarankan agar pejabat publik tidak menghindari pertanyaan media, terutama terkait isu yang menjadi perhatian masyarakat.

“Sekadar saran: sebaiknya tidak menghindar dan mengelak dari pertanyaan jurnalis. Justru musti dihadapi dengan tenang dan diterangkan,” tulis Anas, Selasa (16/6/2026).

Menurut Anas, keterbukaan dalam menjelaskan persoalan yang sedang dihadapi lembaga akan memberikan dampak positif bagi citra institusi maupun program pemerintah yang dijalankan.

“Menerangkan dengan baik, secara proporsional, akan baik bagi BGN, program Presiden, dan Kepala BGN sebagai pribadi,” lanjutnya.

Anas juga mengingatkan bahwa Nanik memiliki latar belakang sebagai seorang wartawan sebelum berkarier di dunia pemerintahan. Karena itu, ia menilai komunikasi dengan media seharusnya bukan menjadi persoalan yang sulit.

“Apalagi Bu NSD adalah mantan wartawan, akan seperti menyapa yuniornya,” tulis Anas.

Dalam kesempatan yang sama, Nanik sempat menyampaikan bahwa BGN kini telah menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara resmi lembaga. Penunjukan tersebut dilakukan setelah adanya masukan dari DPR agar BGN memiliki satu pintu komunikasi kepada publik.

“Jadi, tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir. Jubir pimpinan kami tunjuk di depan DPR adalah Ibu Arumsari, jadi Ibu Arumsari yang menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX,” kata Nanik.

Polemik yang ditanyakan wartawan berkaitan dengan proyek pengadaan motor listrik yang dilakukan BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Saat itu, lembaga tersebut membeli sebanyak 21.801 unit motor listrik dengan total anggaran mencapai Rp1,03 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB