Medan, SUARA PEMBARUAN – Sebuah video yang memperlihatkan pasangan suami istri bersujud di depan baliho Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, viral di media sosial dan mengundang perhatian publik. Dalam video tersebut, keduanya tampak memohon bantuan untuk biaya pengobatan anak mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Video yang beredar luas sejak akhir pekan itu menunjukkan seorang ibu menangis sambil menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sumut. Dengan suara bergetar, ia mengaku sudah tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai pengobatan anaknya yang tengah dirawat akibat luka tusukan.
Aksi penuh haru tersebut pertama kali menjadi sorotan setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial pada Minggu (7/6/2026). Dalam rekaman itu, sang ibu berharap pemerintah daerah dapat membantu meringankan beban biaya rumah sakit yang terus membengkak.
Berdasarkan informasi yang beredar, anak pasangan tersebut sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Namun karena memerlukan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medika Premiere di Kota Medan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan rumah sakit terkait setelah video keluarga pasien viral di media sosial.
Menurut Faisal, rumah sakit tujuan rujukan tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga pasien. Kondisi itu membuat beban yang harus dibayar menjadi sangat besar.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum tindakan operasi dilakukan, keluarga pasien telah menandatangani persetujuan medis yang memuat estimasi biaya perawatan dan tindakan sebesar Rp147 juta.
Besarnya tagihan tersebut kemudian menjadi kendala bagi keluarga pasien. Setelah menerima laporan keberatan dari pihak keluarga, Dinas Kesehatan Sumut bersama pihak Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan melakukan komunikasi dengan manajemen Rumah Sakit Mitra Medika Premiere untuk meminta keringanan biaya.
Hasilnya, rumah sakit memberikan pengurangan tagihan sehingga total biaya yang semula diperkirakan mencapai Rp147 juta turun menjadi sekitar Rp129,57 juta.
Faisal menjelaskan bahwa keluarga pasien sebelumnya telah menyetorkan dana sebesar Rp45 juta sebagai uang muka. Dengan demikian, sisa tagihan yang masih harus diselesaikan mencapai sekitar Rp84,57 juta.
Selain memberikan keringanan biaya, pihak rumah sakit juga disebut memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan kepada keluarga untuk mencari tambahan dana guna melunasi kewajiban yang masih tersisa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata Faisal, terus berupaya mencari solusi agar beban biaya yang harus ditanggung keluarga pasien dapat semakin berkurang.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait permohonan bantuan yang disampaikan keluarga pasien tersebut. Sementara itu, kondisi anak yang sedang menjalani perawatan masih terus menjadi perhatian publik setelah kisah keluarganya viral di media sosial.