nasional

Helmy Yahya Soroti Polemik MC LCC 4 Pilar MPR RI: “Nggak Begitu Caranya”

Kamis, 14 Mei 2026 | 22:07 WIB
Helmy Yahya beri tanggapan tentang ucapan MC di LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar. (TikTok/helmyyahyaofficial - YouTube/MPR RI)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Polemik dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik. Perdebatan bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak melayangkan protes terkait jawaban dalam perlombaan, namun respons yang diberikan pihak pembawa acara dan juri justru menuai kritik dari warganet.

Salah satu sorotan tertuju pada ucapan MC perempuan, Shindy Lutfiana, yang dianggap tidak memberikan empati terhadap kekecewaan peserta. Dalam tayangan yang beredar di media sosial, Shindy menyebut keputusan dewan juri sudah dilakukan secara teliti dan menyampaikan bahwa keberatan peserta kemungkinan hanya perasaan semata.

Pernyataan tersebut memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet menilai kalimat itu bernuansa meremehkan perasaan peserta yang sedang menyampaikan keberatan dalam kompetisi akademik.

Sorotan publik semakin besar setelah presenter senior Indonesia, Helmy Yahya ikut mengomentari kejadian tersebut melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya.

Dalam video itu, Helmy menilai respons yang disampaikan MC tidak tepat disampaikan dalam forum kompetisi pendidikan yang serius.

Ia menegaskan bahwa komunikasi kepada peserta, terlebih generasi muda, perlu dilakukan dengan sikap yang menghargai pendapat dan perasaan mereka.

Menurut Helmy, kalimat yang menyebut keberatan peserta hanya sebagai “perasaan” tidak seharusnya digunakan dalam situasi formal seperti perlombaan yang berkaitan dengan pendidikan dan mental peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan mendengar dalam komunikasi publik. Helmy menyebut banyak persoalan muncul karena orang lebih fokus membela diri dibanding mendengarkan pihak lain yang merasa dirugikan.

Dalam kesempatan tersebut, Helmy turut membagikan pengalamannya saat menjadi pembawa acara. Ia mengaku pernah melakukan kesalahan dalam sebuah program televisi dan memilih meminta maaf secara terbuka setelah menerima kritik dari publik.

Baginya, mengakui kesalahan merupakan sikap penting yang harus dimiliki seorang public speaker maupun pembawa acara, tanpa perlu mencari alasan pembenaran.

“Kalau salah, akui salah,” tegasnya dalam video yang kini ramai dibagikan ulang di berbagai platform media sosial.

Di tengah polemik yang berkembang, Shindy Lutfiana akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui respons yang disampaikannya kurang tepat dan berjanji menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri ke depannya.

Kasus ini pun memicu diskusi lebih luas di media sosial mengenai pentingnya empati, validasi perasaan, serta etika komunikasi dalam dunia pendidikan dan ruang publik.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB