nasional

BI Perwakilan Bengkulu Dorong Ekonomi Syariah Lewat BERKAH x FLEKSI 2026

Minggu, 26 April 2026 | 06:30 WIB
Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat (kiri) dan Kepala Biro Ekonomi, Pemprov Bengkulu, Zahirman Aidi pada rapat inflasi.(Ist)

Foto Ilustrasi salah satu kegiatan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemprov Bengkulu.(Foto/Dok)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Opening Ceremony Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) yang disinergikan dengan Festival Edukasi Inflasi (FLEKSI) 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera sekaligus upaya memperkuat literasi ekonomi syariah dan pengendalian inflasi di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, di Bengkulu, Sabtu (24/4/2026) mengatakan, Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, terutama pada sektor makanan dan modest fashion.

“Secara global kita sudah berada di peringkat tiga untuk sektor tertentu dalam ekonomi halal. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus kita dorong, terutama karena mayoritas masyarakat kita adalah Muslim,” ujar Wahyu.

Menurutnya, industri halal di Bengkulu telah berkembang cukup pesat. Produk-produk seperti modest fashion, kuliner halal, hingga kain tradisional seperti batik Besurek dan tenun daerah menjadi kekuatan utama dalam mendukung ekonomi syariah.

Namun demikian, Wahyu menekankan pentingnya sertifikasi halal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Kadang kita merasa makanan itu halal, tetapi konsumen belum tentu yakin jika belum ada sertifikat. Karena itu, kami terus mendorong percepatan sertifikasi halal,” jelasnya.

Bank Indonesia Bengkulu juga aktif memberikan dukungan melalui berbagai program, seperti pelatihan, pendampingan sertifikasi halal, penyediaan juru sembelih halal, hingga sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH).

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan business matching antara pelaku usaha dengan perbankan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan. “Kita dorong intermediasi antara perbankan syariah dan pelaku usaha agar terus berjalan dan semakin kuat,” tambahnya.

Meski pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, Wahyu optimistis sektor ini akan terus tumbuh. “Ini bukan soal bersaing, tetapi melengkapi. Masyarakat memiliki pilihan sesuai dengan kebutuhan dan keyakinannya,” ujarnya.

Kegiatan BERKAH x FLEKSI 2026 menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, di antaranya Sharia Fair, Sharia Talkshow, dan Sharia Competition yang terbuka untuk masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi syariah sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah melalui edukasi inflasi.

 

 

 

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB