Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2026. Sejumlah skenario pengamanan hingga rekayasa lalu lintas disiapkan agar perjalanan masyarakat yang melintas di wilayah Jawa Tengah tetap aman dan lancar.
Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Jateng, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, salah satu langkah utama adalah mendirikan pos terpadu di kawasan Kalikangkung yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi pengendalian arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
Pos tersebut akan mengoordinasikan seluruh pos pengamanan serta pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Selain itu, kepolisian juga membagi wilayah rawan kepadatan lalu lintas menjadi empat kawasan aglomerasi untuk mempermudah pengaturan arus kendaraan.
Empat wilayah tersebut meliputi aglomerasi Banyumas yang dikendalikan oleh Kapolresta Banyumas, aglomerasi Wonosobo yang mencakup jalur Banjarnegara, Dieng hingga Magelang di bawah kendali Kapolres Wonosobo, aglomerasi Klaten menuju wilayah Yogyakarta yang dikendalikan Kapolres Klaten, serta kawasan Ungaran–Semarang–Demak–Jepara yang berada di bawah pengawasan Kapolrestabes Semarang.
Pengawasan tidak hanya difokuskan pada jalur Jalan Tol Trans Jawa, tetapi juga mencakup jalur arteri Pantura, jalur tengah, jalur selatan hingga jalur Pansela.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, kepolisian juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way nasional yang dikoordinasikan oleh Korps Lalu Lintas Polri serta kemungkinan penerapan one way lokal sesuai kondisi di lapangan.
Berdasarkan hasil survei instansi terkait, puncak arus mudik di Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta menjaga kondisi fisik pengemudi selama perjalanan.
Sebagai dukungan informasi bagi pemudik, Polda Jateng juga menyediakan layanan chatbot WhatsApp bernama Si Polan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi lalu lintas, lokasi rest area, jalur alternatif, hingga layanan kepolisian lainnya.
Selain itu, berbagai fasilitas pelayanan juga disiapkan di pos-pos pengamanan guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik di wilayah Jawa Tengah.