nasional

Jakarta Perkuat Komitmen Jadi 'Kota Sinema' lewat Keikutsertaan Perdana di JAFF Market 2025

Minggu, 30 November 2025 | 21:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno aktif mengunjungi booth exhibitor di JAFF Market 2025. Kunjungan ini memperkuat jejaring profesional, menyerap aspirasi industri, dan bertukar pikiran. (Ist)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Jakarta sebagai 'The City of Cinema' dengan mengikuti JAFF Market 2025 untuk pertama kalinya. Kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam pasar film terbesar di Indonesia ini menandai langkah strategis untuk memposisikan ibu kota sebagai hub produksi film yang kompetitif di kawasan global.

Dalam pernyataannya, Rano Karno menyebutkan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah misi untuk menyerap aspirasi pelaku industri, memperkuat jejaring, dan mempelajari kebijakan dari negara lain. Tujuannya adalah menciptakan regulasi yang relevan dengan kebutuhan nyata para pembuat film, sekaligus memperkuat fondasi Jakarta menuju kota global yang kreatif.

"Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai kota pilihan produksi film. Dari berbagai peluang ini, kami terus mengembangkan aktivasi secara kolaboratif, mulai dari partisipasi di berbagai film market, kerja sama dengan rumah produksi, hingga penyelenggaraan Jakarta Film Week," ujar Rano Karno di Yogyakarta, Minggu (30/11/2025).

Komitmen Jakarta didukung oleh sejarah panjang dan pasar domestik yang potensial. Sebanyak 80% dari 141 rumah produksi nasional berbasis di Jakarta, dan wilayah Jabodetabek yang dihuni lebih dari 30 juta penduduk menjadi basis audiens yang masif. Data nasional pada 2024 juga mencatat rekor 122 juta penonton bioskop, dengan 80 juta di antaranya menonton film lokal.
Sebagai tindak lanjut nyata, Jakarta Experience Board (JXB), BUMD DKI Jakarta, meluncurkan website filminginjakarta.co.id yang mempromosikan lebih dari seribu lokasi syuting dan informasi insentif. Situs ini menjadi bagian dari persiapan Komisi Film Jakarta yang diharapkan dapat menjadi pusat layanan terpadu untuk mengatasi kendala perizinan dan birokrasi.
"Kami apresiasi inisiatif Pemerintah Kota Jakarta. Harapannya Komisi Film Jakarta menjadi pusat layanan terpadu yang mendukung para pembuat film," tutur Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Edwin Nazir.

Dukungan juga datang dari praktisi film. Komedian dan filmmaker Ernest Prakasa menyambut baik rencana penerapan sistem single gateway. "Jika proses birokrasi dipermudah, sutradara bisa fokus memotret denyut Jakarta secara otentik," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov DKI Jakarta melalui JXB menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan JAFF Market. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi 'The City of Cinema'.

"Kemitraan ini akan menempatkan film pada posisi strategis untuk membangun kepercayaan sineas nasional dan internasional," kata JAFF Market Director, Linda Gozali.
Direktur Utama JXB, Yunn Bali Mohammad Yusuf, menegaskan kesiapannya sebagai fasilitator utama. "Kami memastikan Jakarta tidak hanya indah di layar, tetapi juga efisien di lapangan," ujarnya.

Rano Karno menutup dengan menekankan bahwa langkah ini esensial untuk menghadirkan pasar dan modal di depan investor. "Ini cara kami memastikan 'The City of Cinema' berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi ekonomi," pungkasnya.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB