nasional

Sahabat Kasih Pedalaman: Pemuda Papua Bergerak Lawan Wabah Skabies di Pegunungan Tengah

Kamis, 27 November 2025 | 19:22 WIB
Dari kiri ( Iroel , Ibu Guru Yen, Anak-anak dan Juvensius) (Istimewa)

Jayapura, SUARAPEMBARUAN- Di tengah pegunungan terjal Papua Pegunungan, sekelompok anak muda memilih jalan yang berbeda. Apa yang bermula dari sekadar liburan biasa, berubah menjadi panggilan hati yang tak terbendung. Melihat anak-anak dan warga di pedalaman berjuang melawan wabah skabies dan keterbatasan akses kesehatan, mereka memutuskan untuk kembali bukan sebagai wisatawan, tapi sebagai sahabat.

Komunitas Sahabat Kasih Pedalaman, yang kini telah berusia dua tahun, baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan selama lebih dari tiga minggu di tiga lokasi terpencil: SD Inpres Perabaga (Distrik Pyramid), SD Inpres Bandua (Distrik Bolakme), dan SD Inpres Bugi (Distrik Bugi).

Dipimpin semangat relawan seperti Fiktor Jikwa dan Juvensius, tim yang terdiri dari dokter, perawat, mantri kesehatan, dan pemuda peduli ini melakukan, pengobatan massal skabies untuk ratusan anak dan warga, penyuluhan cuci tangan pakai sabun yang benar oleh tenaga medis, pemeriksaan kesehatan gratis, bermain dan membawa tawa bersama anak-anak sekolah di pedalaman.

Foto: Dari kiri atas Yeki Ronaldo Halitopo, Lita , Syafitriani silalahi , Juvensius , Sry wahyulianita , Madeline Ramandey , dr.Noftriana S.Lemauk , linda Puspasari Lummy, dr. Apry Yanti Jitmau. Dari kiri bawah  Marcelinus wamo, Pani Kogoya , M Chaerul Iman , Fiktor Jikwa , Faisal Apriliana/Istimewa

“Wabah skabies sedang melanda beberapa distrik. Kami bergerak cepat agar penyebarannya bisa ditekan seminimal mungkin,” ujar Fiktor Jikwa, salah satu motor penggerak komunitas.

Bagi Juvensius, setiap kunjungan ke pedalaman adalah anugerah. “Saya bersyukur sekali diberi kesempatan melayani bersama Sahabat Kasih Pedalaman. Anak-anak di sini sangat membutuhkan uluran tangan kita,” katanya haru.

Dari liburan menjadi ladang berkat, dari melihat menjadi bertindak Sahabat Kasih Pedalaman adalah bukti bahwa kepedulian sejati lahir dari mata yang mau melihat dan hati yang mau bergerak.

Mereka masih terus berjalan. Dan mereka masih membuka tangan untuk siapa saja yang ingin ikut berkontribusi dalam bentuk donasi, tenaga, atau sekadar doa. Ingin mendukung perjuangan anak-anak pedalaman Papua? Kunjungi Instagram: @Sahabat_Kasih_Pedalaman. Karena di tempat yang paling terdalam sekalipun, kasih tetap bisa sampai. 

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB