nasional

Film Dirty Vote Baru Mengangkat 25 Persen Fakta Kecurangan Pemilu

Senin, 12 Februari 2024 | 10:33 WIB

 

Jakarta-Suarapembaruan.news. Dunia maya mendadak heboh dengan munculnya film dokumenter 'Dirty Vote' yang resmi dirilis, Minggu, (11/02/2024), film itu menjadi perbincangan usai tayang di kanal YouTube pada 11 Februari 2024, bertepatan hari pertama masa tenang Pemilu 2024.

Dirty Vote mengisahkan tentang instrumen kekuasaan yang digunakan untuk mencurangi Pemilu, dibintangi oleh tiga pakar hukum tata negara yakni Feri Amsari, Bivitri Susanti dan Zainal Arifin Mochtar

Dirty Vote mengupas tuntas tentang sistem dan metode kecurangan yang berpotensi terjadi di Pemilu 2024.
Film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono itu berdurasi sekira 1 jam 57 detik, tengah menjadi perbincangan dunia perpolitikan di tanah air, komentar pun muncul dari film tersebut, diantaranya datang dari Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).

Lebih Ringan dari Kenyataan

Menurut JK apa yang digambarkan oleh film karya rumah produksi WatchDoc yang disutradarai oleh Dandhy Laksono merupakan sebuah kebenaran namun hanya menggambarkan 25 persen dari fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.

"Saya sudah nonton dan itu betul luar biasa. Tapi menurut saya, film itu masih lebih ringan dari kenyataan yang ada dewasa ini baru sekitar 25 persen karena tidak mencakup apa yang terjadi di kampung-kampung di daerah daerah, bagaimana bansos diterima orang, bagaimana petugas petugas mendatangi orang," ujar JK di kediamannya Jl. Brawijaya no 6 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (12 /02/2024).

Lebih lanjut JK menantang jika ada pihak yang menganggap film tersebut adalah fitnah maka harus berani menunjukkan bagian mana dari film tersebut yang dianggap fitnah.

Mengingat Dirty Vote telah menyajikan data secara akurat. Jadi ini mungkin sutradaranya lebih sopan. Itu saja sudah ada pihak yang marah apalagi kalau dibongkar semuanya.

"Semua orang menyatakan fitnah tapi coba tunjukkan di bagian mana fitnahnya karena semua ada datanya di film itu" ujar JK.

JK mengungkapkan sutradara film Dirty Vote masih sopan dalam menyajikan fakta-fakta kecurangan pemilu 2024. Itu pun sudah ada pihak yang merasa tersinggung.

"Ini sutradaranya masih sopan itu pun ada pihak yang marah, bagaimana kalau dia tidak sopan ? " tanya JK.

Film dokumenter Dirty Vote memang luar biasa, seperti kata JK, film tersebut baru delapan jam dirilis langsung ditonton lebih 1 juta orang. Inilah film yang mengangkat kenyataan dunia politik di tanah air yang menarik perhatian menjelang Pemilu 14 Februari 2024. (SP.news. M Kiblat Said)

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB