Semarang, suarapembaruan.news - Pemkot Semarang siap menjadikan Sirkuit Mijen untuk dijadikan ajang penyaluran hobi remaja para pencinta motor. Hal itu untuk mengeliminasi penggunaan knalpot brong oleh para remaja untuk balapan liar di jalanan.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendukung pihak kepolisian, khususnya Polda Jateng dan Polrestabes Semarang terkait upaya penertiban knalpot brong pada kendaraan bermotor.
Mbak Ita, sapaan akrabnya pun meminta kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk gencar melakukan sosialisasi terkait dampak-dampak negatif penggunaan knalpot brong.
Selain mengganggu kenyamanan, penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor, menurut Mbak Ita, juga bisa memicu masalah sosial.
“Kalau ingin balapan, Kota Semarang punya Sirkuit Mijen. Silakan dipakai untuk tempat penyaluran hobi, monggo. Tapi dengan izin dan sebagainya. Di situ kalau ingin melampiaskan brong-brong di sana, tidak apa-apa kami mengizinkan. Termasuk untuk tempat kegiatan-kegiatan terkait dengan motor lah, begitu,” tegas Mbak Ita, kemarin.
Pemkot Semarang dan Polda Jateng, lanjut dia, akan menggandeng komunitas otomotif untuk mengadakan sosialisasi tentang dampak negatif penggunaan knalpot brong.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, di tempat terpisah, mengatakan, selama operasi penegakan dari 1-15 Januari 2024, telah menindak 1.981 pengendara kendaraan bermotor dengan knalpot brong.
Rinciannya 105 pelanggar ditilang, 1.156 diberi teguran tertulis, dan sisanya dilakukan penyitaan knalpot brong.
Kepolisian memastikan bakal berupaya penuh menekan penggunaan knalpot brong di Kota Semarang. Salah satu penanganan yang dilakukan dengan cara membuka Posko Donasi Knalpot Brong di Pos Zebra Simpanglima Semarang.
“Program Donasi Knalpot Brong ini merupakan kegitan yang bertujuan mengetuk hati pemilik knalpot brong menyerahkan dengan sukarela kepada pihak kepolisian, untuk kemudian didonasikan ke hal positif,” tegasnya.
Polrestabes Semarang juga tengah gencar menggelar razia di lokasi rawan balap liar antara lain Jl MT Haroyono, Alteri Soekarno-Hatta, Semarang Indah Madukoro dan Jl Dokter Cipto.
“Langkah-langkah preventif kami lakukan secara masif, dengan sosialisasi zero knalpot brong ke sekolah, komunitas otomotif, penjual, bengkel, dan yang terakhir Polisi RW melakukan pendekatan ke wilayah binaanya,” pungkasnya. (SPnews/Stefy Thenu)