Makassar,Suarapembaruan.news- Disaat gencarnya produsen herbal menawarkan produk untuk pengobatan dan pencegahan penyakit diabetes atau penyakit gula (gula darah tinggi) melalui media sosial atau situs-situs tertentu, beberapa warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) justru sibuk berburu pohon insulin (Smallanthus sonchifolius) yang diyakini lebih praktis menyembuhkan diabetes.
Dalam ilmu kedokteran diabetes dianggap penyakit kronis (jangka panjang) karena dapat terjadi seumur hidup jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Tanda utama penyakit ini adalah meningkatnya kadar gula darah (glukosa) melebihi nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
Produk herbal diabetes yang dijual bebas di pasaran tidak semuanya diyakini oleh masyarakat dapat menyembuhkan penyakit diabetes, apalagi dengan adanya peringatan tentang produk yang terindikasi telah dipalsukan dan ikut dipasarkan melalui situs online.
Makanya, tidak sedikit juga masyarakat yang mencari pengobatan alternatif, seperti penggunaan daun insulin, dan banyak yang menganggap bahwa daun ini ampuh mengatasi diabetes dan pohon tanaman itu pun menjadi buruan.
“Saya sudah tidak menggunakan obat atau herbal untuk mengatasi diabetes sejak keluarga saya memperkenalkan daun insulin, ada yang menyarankan daunnya direbus lalu diminum, saya malah mengunyah daun insulin setiap pagi,” ujar Hj Nahliah, penderita diabetes yang kini beralih mengonsumsi daun insulin dan kadar glukosa darahnya 190/mg/dl mendekati angka normal 180 mg/dl setelah makan.
Menurutnya, mengunyah daun insulin rasanya memang cukup pahit, tapi karena saya merasakan ada manfaatnya, saya tidak peduli dengan rasa pahit dan itu jadi terbiasa setiap hari. Mudah-mudahan
Mengenal Daun Insulin
Tanaman daun insulin masih sekerabat dengan bunga matahari dan berasal dari Pengunungan Andes di Peru lalu menyebar ke sejumlah belahan dunia termasuk Indonesia. Pohon ini sangat mudah dibudidayakan, batangnya dapat distek langsung ke polybag, dapat juga dijadikan tanaman hias karena bunganya yang indah berwarna kuning mirip bunga matahari namun ukurannya lebih kecil.
Bagian daunnya banyak digunakan untuk mencegah diabetes, ada yang menggunakan cara praktis dengan merebus beberapa lembar daun insulin segar dengan air bersih dua gelas, dibiarkan mendidih hingga tersisa separohnya segera diangkat, diminum dua kali sehari, pagi dan sore.
Daun insulin (Smallanthus sonchifolius) mengandung phenol, chlorogenic, caffeonylquinic, ferulic, fructooligosacarida, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Berdasarkan penelitian kalangan ilmuwan, bahwa ekstrak kasar daun insulin memiliki aktivitas hipoglikemik dengan mengurangi produksi glukosa melalui pengaturan glukoneogenesis dan glikogenolisis jalur hepatosit dengan cara menekan produksi glukosa dari hepar serta pemecahan glikogen menjadi glukosa.
Karena tanaman ini banyak peminatnya, Syaharuddin Daeng Rate, warga Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Makassar, mencoba membudidayakannya dan berhasil.
Di pelataran masjid Al Markaz, masjid termegah di Makassar, setiap Jumat ditemukan penjual aneka tanaman, diantaranya tanaman pohon insulin dan laris diserbu pembeli dengan harga Rp 50 ribu per polybag.
Lokasi lain yang juga membudidayakan tanaman insulin yakni di sekitar masjid Nurul Solthana di Perumahan Solthana Residen, Barombong, Kecamatan Tamalate.
“Saya dapat pohon insulin di Barombong atas arahan teman, pohon itu saya kembangkan di halaman rumah dan menjadi apotek hidup. Itulah yang saya dunakan setiap hari,” kata Max Wokas warga Jl Sunu, Makassar.
Manfaat
Daun insulin dianggap dapat membantu tubuh untuk memproduksi insulin dengan memperkuat sel beta pankreas dalam tubuh, tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman insulin karena manfaatnya tersebut. Untuk mendapatkan manfaat dari daun insulin, pengidap diabetes perlu mengonsumsi dua daun di pagi hari dan dua daun lainnya di malam hari pada minggu pertama.
Saat memasuki minggu kedua, dosisnya hanya satu daun tiap pagi dan malam hari. Kebiasaan ini harus dilakukan selama 30 hari dan daun harus dikunyah dengan baik sebelum ditelan.
Daun insu;lin dipercaya mengandung asam Corosolic, memiliki efek positif pada kadar gula darah. Asam corosolic berguna dalam proses metabolisme glukosa layaknya insulin yang berguna untuk mengurangi kadar gula darah. Zat tersebut dapat mengangkut glukosa ke dalam sel dan keluar dari aliran darah. Maka dari itu, daun ini kerap dianggap ampuh bagi penderita diabetes.
Ada juga yang menggunakan cara mengeringkan daunnya lalu dihaluskan memakai blender hingga menjadi bubuk. Saat akan dikonsumsi, bubuk tersebut ditakar secukupnya untuk satu gelas dan dilarutkan dengan air hangat, didiamkan beberapa menit sebelum diminum. Jika kadar gula darah sudah normal, mengonsumsi ramuan daun insulin dihentikan. (SP.news/M Kiblat Said)