nasional

Perjalanan Menegangkan Gubernur Waterpauw Untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrim di Pegaf

Kamis, 15 Juni 2023 | 11:12 WIB
Foto perjalanan Gubernur Waterpauw dan Ny. Roma Megawanty/Istimewa

PEGAF,suarapembaruannews.com - Menembus Pegunungan Arfak (Pegaf) di Papua Barat bukan perkara mudah. Pasalnya, infrastruktur utamanya berupa akses jalan yang sulit berimbas pada terhambatnya perjalanan menuju kawasan yang diapit dua danau menakjubkan, yaitu Danau Anggi Gida (Danau perempuan) dan Danau Anggi Giji (Danau Laki-laki). Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw,.M.Si membuktikan itu.

Setelah rapat bersama Tim Satgas Percepatan Penanganan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Pemda Manokwari Selatan tanggal 6 Juni 2023, esoknya Gubernur Waterpauw tancap gas membawa mobil sendiri ditemani istrinya yang juga Ketua TP PKK Ny. Roma Megawanty. P, S. Kom. M. Si, menuju  Pegunungan Arfak. Sebelumnya Gubernur Waterpauw sudah menyetir mobil sendiri dari Manokwari menuju Manokwari Selatan  dengan lama perjalanan 3 jam.

-

Gubernur Watetpauw menuju Pegunungan Arfak untuk membicarakan hal yang sama soal Penanganan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Pegunungan Arfak,

Dalam perjalanan, Selasa (7/6/2023)  Gubernur Watetpauw menemukan jalanan menuju kawasan Pegaf dari Manokwari yang berjarak tak kurang 100 kilometer memang masih terbilang buruk.

Pasalnya, waktu tempuh yang diperlukan bisa mencapai 4  jam dengan jalanan berbatu dan licin berlumpur, tidak proporsional karena terlalu sempit, hingga harus menyeberangi tak kurang empat sungai tanpa jembatan.

Di sisi lain, tak bisa sembarang kendaraan bisa melintas di kawasan itu. Setidaknya, harus menggunakan motor mobil berjenis offroad dengan ban bergerigi dan desain tahan guncang.  Ada sekitar  tiga kali mobil Gubernur Waterpauw terhenti untuk memindahkan gigi yang lebih rendah untuk menanjak ketinggian.

-

Buruknya infrastruktur tersebut, tak mengendurkan semangat dirinya untuk menuju Kabupaten Arfak dan  melihat warganya. Ia menikmati belanja masalah yang ditemukan soal infrastruktur jalan yang rusak.

Sampai akhirnya, Danau Anggi Giji pun terlihat. Pertanda sudah sampai di Kabupaten Pegunungan Arfak. Terletak di atas pegunungan, membuatnya terlihat bak oase di tengah padang ilalang. Dikelilingi perbukitan di kanan-kirinya, membuat kagum siapapun yang datang.  Gubernur Waterpauwpun sempat turun dari mobil dan berfoto bersama <span;>Ny. Roma Megawanty.

Sayang, tempat ini seperti kurang dilirik wisatawan sebagai obyek wisata yang patut dikunjungi. Dalam sebuah perjalanan memang tidak melulu soal destinasi wisatanya, melainkan terdapat pula kisah-kisah menarik juga pillu yang dapat diceritakan.

Dalam perjalanan Gubernur Waterpauw dan Ny, Roma  di Kampung Tuabiam sempat dihentikan oleh para petugas kesehatan yang barus selesai melayani kesehatan.

"Bapa, bapa,"teriak mereka. Mendengar teriakan para petugas kesehataan Gubernur Wateroauw dan Ny. Roma pun turun menyapa petugas kesehatan dan warga yang telah usai mendapat pelayanan kesehatan. Mereka antusias sekali melihat kedatangan Gubernur dan Ketua TP PKK.

Senang dan Bahagia


Interkasipun terjadi antara petugas kesehatan, warga, Gubernur Waterpauw dan Ny. Roma Megawany disela-sela interkasi Ny Roma menggendong anak dan bercanda dengan anak tersebut hal itu juga dilakukan Gubernur Waterpauw. Anak tersebut tak rewel ia terlihat senang.

"Senang dan bahagia karena Bapak dan ibu bisa mampir di kampung kami, kampung yang kecil ini. Bangga bapa bisa mampir di Pustu Tuabiam,"ujar petugas kesehatan Yohanna Pikey. Kata dia, kami harap Gubernur bisa sering-seriing kunjungi kampung-kampung.di Papua Barat,  Tak lama di Pustu Tuabiam, Gubernur kembali mengendarai mobilnya menuju Kantor Bupati Arfak dimana telah menunggu Bupati Yosias Saroy dan Marinus Mandacan.

-


Gubernur memimpin langsung rapat Penanganan Stunting Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Aula Kantor Bupati, bersama Ketua Tim Pengerak PKK, Roma Mengawanty P, Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Arfak. para pimpinan OPD  Arfak dan Provinsi.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat mengatakan, prevalensi stunting dan angka kemiskinan ektrem pada sejumlah daerah di Papua Barat masih tinggi, hal ini menjadi atensi khusus Paulus Waterpauw terutama Kabupaten Pegaf.

-

"Lebih intens tangani masalah stunting dengan lebih dekat dengan masyarakat. Kita coba berkolaborasi dengan segala komponen untuk atasi masalah ini. Coba libatkan tokoh-tokoh agama untuk bersama menyelesaikan ini,"kata Gubernur Waterpauw.

Dikatakan Pimpinan Daerah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten serta seluruh perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten bertekad bersama-bersama upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting di Provinsi Papua Barat tahun 2023

"Kita harus  membangun sumber daya manusia berkualitas di Papua Barat dengan cara meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan kesehatan anggota keluarga, tingkatkan lintas sektor untuk akselerasi penghapusan kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting di Papua Barat, bila kita semua kerja keras 3-6 bulan kedepan stunting dan kemiskinan ekstrim akan turun," tandas Gubernur.

-


Sementara itu dalam pelaksanakan Intervensi Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Puskesmas Anggi, Kampung Irai, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Gubernur Papua Barat  mengecek kondisi anak-anak yang sedang melakukan pemeriksaan rutin di puskesmas, di puskesmas tersebut terdapat 2 anak yang mengalami stunting dari 65 Anak dan Orang tua yang hadir.

"Kepada masyarakat untuk lebih dapat menyiapkan diri sebelum berkeluarga, terkait dengan adat dan tradisi pernihakan dini perlu diingat bahwasannya sekarang ini kita sudah hidup di era modern, masyarakat tidak boleh menutup diri dari kehidupan modern agar tidak terus tertinggal,"kata Gubernur.

Gubernur meminta kepada Bupati untuk membuat aturan yang mengatur tentang pelarangan pernikahan dini sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun, mengingat kemampuan reproduksi perlu diperhatikan oleh para remaja putri agar tidak melahirkan bayi yang berpotensi stunting, serta masih dapat melanjutkan sekolah.

"Pak Bupati agar dapat melakukan pendekatan-pendekatan keagamaan, kepada para tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta berkolaborasi bersama stakeholder untuk mensosialisasikan hal tersebut, "ujar Gubernur

Sementara  Ketua TP-PKK Provinsi Papua Barat, Roma Mengawanty. P meminta kepada para ibu-ibu untuk memperhatikan gizi anak, dan dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk hal-hal yang positif.

"Para ibu bisa saling peduli satu sama lain agar pemenuhan gizi keluarga dapat terpenuhi, manfaatkan handphone android untuk melihat informasi terkait cara pemenuhan gizi yang murah. Dunia dalam genggam kita, mari kita gunakan hanphone kita untuk hal-hal yang positif,"ujarnya.

Selanjutnya Pemerintah Provinsi Papua Barat, PKK Provinsi Papua Barat, BKKBN Papua Barat memberikan bantuan berupa bahan pokok, bibit tanaman joltikultura untuk 2 distrik percontohan yaitu Distrik Anggi Gida dan Distrik Hing, Kompor memasak, OBGIN BED, Telur dan Susu untuk anak-anak.

Usai bertatap muka dengan warga,  Gubernut Waterpauw kembali menembus malam menuju Kota Manokwari. Perjalanan pulang di malam hari melewati punggungan terjal serta lembahan curam yang kembali dilalui, 5 jam perjalanan dilalui untuk sampai Kota Manokwari.

Di beberapa tempat, bahkan kendaraan dihadapkan pada medan satu lajur, dimana sisi sebelah kirinya merupakan jurang yang cukup dalam. Salah perhitungan sedikit, bisa-bisa kendaraan terperosok masuk ke dasarnya. Benar-benar menegangkan! Semua itu dilakukan Gubernur Waterpauw untuk  malayani  dan turun  langsung ketengah-tengah warganya.*

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB