JAYAPURA,suarapembaruannews.com - Rakerda dan Forbisda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia BPD Hipmi Papua di Swissbell, 5 Oktober 2022 Jayapura, Caketum BPP HIPMI Bagas Adhadirgha mengungkapkan, bahwa Papua dengan sumber kekayaan alam dan hasil bumi yang sangat besar sudah selayaknya di nikmati oleh rakyat Papua. Dan siapa garda terdepan di suatu daerah untuk mengupayakannya yaitu anak muda.
“Coba kita bayangkan bersama, apa saja yang kita taruh di bumi Papua ini bisa jadi emas. Harga menu kangkung Rp 50.000 saja ada yang beli, ketika tadi saya mampir makan di restauran dalam perjalanan. Ini merupakan sumber peluang ekonomi yang sangat besar dalam sudut pandang kewirausahaan,”ujarnya.
Acara yang di hadiri oleh pengusaha-pengusaha muda dan juga jajaran pengurus HIPMI BPD yaitu Ketum BPD Papua HIPMI Atto Sampe Buntu dan juga di hadiri oleh Caketum BPP Himpi Anggawira berlangsung penuh dengan keakraban dan canda tawa.
Bagas Adhadirgha kemudian menyampaikan lagi bahwa pengusaha muda di Papua harus mampu mensinkronisasi antara penawaran dan permintaannya pasar. Namun harus terus di perbesar skala dan konsep bisnisnya. Sehingga perekonomian daerah Papua jadi bertumbuh. Dan tentunya akan menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru yang sangat kompeten dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Itulah pentingnya kehadiran Hipmi di sini sebagai mentor untuk pengusaha-pengusaha muda.
Ditambahkannya pula bahwa pentingnya BPP dan BPD untuk menyelenggarakan workshop-workshop sebagai ruang khusus untuk pelaksanaan dari pada mentoring itu sendiri dalam rangka pemenuhan 15% konten lokal sebagai syarat investasi masuk ke daerah yang telah di atur oleh Pemerintah Pusat. Tugas HIPMI untuk mengkoreksi jika kebijakan tidak mengarah kepada keberpihakan bagi pengusaha muda daerah.
Selain itu dalam rangka untuk menciptakan efisiensi pentingnya HIPMI saat ini dan mendatang untuk mendorong percepatan infrastruktur dan telekomunikasi dalam rangka percepatan implemantasi konsep digitalisasi sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan ekonomi daerah khususnya Papua.
Dalam konsep Ekonomi Hijau pun Caketum Bagas Adhadirgha menyampaikan bahwa Papua bisa menjadi percontohan nasional pemanfaatan kendaraan berbasis listrik sehingga Papua ikut menyumbang penurunan dampak emisi karbon dunia.
Pada kesempatan terpisah saat Caketum Bagas Adhadirgha bertemu UMKM Papua menyampaikan, penting sekali agar BPD Hipmi Papua untuk menginisiasi sebuah UMKM Center yang dapat menjadi pusat mentoring, networking dan financing bagi UMKM yang membutuhkannya. "Sehingga dapat menjadi pusat informasi atau katalog bagi turis-turis yang datang dan berkunjung ke Papua. Sehingga siapapun yang butuh sesuatu dari Papua. Sangat mudah untuk di akses dan tentunya sangat membantu teman-teman UMKM yang sangat potensial dan banyak sekali jumlahnya di Papua,”imbuh Bagas.*