Jakarta, suarapembaruan.news – Dr Hidayat Humaid terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI DKI periode 2022 – 2026 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI DKI yang berlangsung di hotel Century GBK Jakarta Sabtu (12/3/2022).
Dengan dukungan suara melebihi 50 persen + 1, dan berdasarkan peraturan tata tertib pemilihan Ketum KONI DKI, calon yang sudah mendapatkan surat dukungan melampaui 50 persen + 1, Hidayat Humaid dapat diusulakan terpilih secara aklamasi dalam pemilihan tersebut.
Pada akhirnya peserta Musorprov sepakat secara aklamasi memilih Hidayat Humaid.
Hidayat Humaid sendiri maju menjadi calon Ketum KONI DKI dengan dukungan suara sebanyak 57 cabor dari 68 cabor anggota KONI DKI Jakarta.
Jumlah tersebut nyaris mencapai suara dukungan 90 persen. Sementara pesaingnya Julizar Idris hanya memperoleh dukungan 11 cabor (suara) sehinga harus puas memberi kesempatan kepada Hidayat Humaid untuk memimpin KONI DKI periode 2022 – 2026.
Setelah terpilih ia ditugaskan menyusun kepengurusan baru KONI DKI periode 2022 – 2026 dalam waktu satu bulan ke depan. Hidayat berjanji akan memilih figur-figur terbaik menghadapi tantangan pembinaan prestasi ke depan yang semakin membutuhkan terobosan baru.
Menatap Prestasi Dunia
Beberapa waktu sebelum terpllih Hidayat yang cukup berpengalaman di bidang olahraga lebih dari 30-an tahun ini mengatakan tantangan olahraga DKI Jakarta ke depan cukup kompleks karena DKI adalah Daerah Khusus Ibukota yang mana otonominya hanya berlaku di tingkat provinsi, tidak terdesentralisasi ke wilayah-wilayah.
Dampaknya terhadap output prestasi besar sekali. DKI Jakarta kehilagnan “tajinya” untuk beberapa dasawarsa pembinaan. Realitasnya bisa terbaca pada hasil PON yang mana DKI selalu berada di urutan kedua atau ketiga di tingkat nasional. Bahkan DKI sudah jarang menjadi nomor satu, apalagi menjadi baromoter olahraga nasional. Itulah tantanganya.
Ke depan, kata Hidayat, tantangan DKI tidak lagi di PON. Tantangan DKI sekarang adalah bagaimana bisa berprestasi di tingkat dunia, baik di tingkat Asia, maupun di Olimpide. DKI harus bisa menjadi penyumbang medali emas Olimpide untuk Indonesia. Ini tangannya kta Hidayat.
Karena itu di era kepemimpinannya ini bisa dipastikan akan ada paradikma baru pembinaan prestsi. Kalau sebelumnya pembinaan hanya terpusat di tingkat provinsi - karena otonomi - nanti dia akan upayakan mengembangkan pembinaan prestrasi dimulai dari KONI – KONI Wilayah.
KONI Wilayah harus diberdayakan menjadi sentra pembinaan dimulai dari tingkat kecamatan, Kotamadya, da puncaknya adalah di tingkat provinsi, baru ke tingkat nasional kemudian berkompetisi di tingkat internasional.
Setelah terbentuk kepengurusan dia akan beraudensi dengan pimpinan legislatif, dan eksekutif untuk menjadikan beban pembinaan ini menjadi beban bersama. Karena menurutnya, dengan beban bersama memikulnya jauh lebih ringan dibandingkan dipikul sendiri oleh KONI. (SPnews/Mike Wangge)