nasional

Reog Ponorogo Masuk Nominasi Tunggal Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Minggu, 27 Februari 2022 | 15:26 WIB

Ponorogo, suarapembaruan.news - Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur, berhasil menjadi nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage/ICH) yang diusulkan Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sebelumnya, Reog Ponorogo telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Mendikbud RI pada tahun 2013.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap, Reog Ponorogo berhasil lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Sehingga, kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo serta Indonesia ini akan semakin mendunia dan membawa nama baik Indonesia.

Ia, menambahkan, disebut nominasi tunggal, karena reog hanya ada di Ponorogo. Kalau pun dimainkan di Medan atau di Makassar, namanya tetap Reog Ponorogo, bukan reog Medan dan seterusnya.

“Saya yakin kesenian Reog Ponorogo telah memiliki nilai luar biasa sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dunia dari UNESCO,” kata Khofifah saat acara Kenduri Seni Reog Ponorogo di Pendopo Kab. Ponorogo, Sabtu (26/2/2022) malam.

Dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, telah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini.

Bahwa bulu merak tersebut bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak.

Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau saat ini sudah diganti kulit kambing yang kemudian diformat seperti kulit harimau.

“Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, InsyaAllah Reog Ponorogo akan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO,” kata mantan menteri sosial ini.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo. Ia pun menyampaikan terimakasih atas dukungan Gubernur Khofifah kepada Reog Ponorogo.

Pemkab Ponorogo sendiri pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2018, namun belum berhasil.

Pada tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021. (SPnews/Teguh LR)

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB