nasional

MI Medina Raih The Best Women Kedua di Barcelona, Latifah Raih Norma WIM Pertama

Sabtu, 25 Desember 2021 | 06:58 WIB

Jakarta, suarapembaruan.news – MI Medina Warda Auli (2367) berhasil meraih “The Best Women” kedua, sementara pecatur putri lainnya Laysa Latifah meraih Norma WIM (Women International Master) pertamanya dalam kejuaraan VIII Sunway Sitges International Chess Festival di Barcelona, Spanyol, berakhir Jumat (23/12/2021).


Medina, meskipun pecatur putri, dia turun bertanding di Barcelona di bagian putra. Untuk pecatur putri yg bertanding di bagian putra, dijuarai oleh IM Nurgyul Salimova (Bulgaria-2353), pecatur Indonesia IM Medina Warda Aulia (2367) berada di peringkat dua.

Keduanya sama merebut 6 poin. Karena poin sama maka lanjut babak tie-break pertama dengan sama 5.5 poin. Setelah itu lanjut i tie-break kedua. Pada tie-break kedua ini Medina kalah setengah poin, 58,5 banding 58.

Karena posisi kedua nilah IM Medina memperoleh The Best Women kedua dalam VIII Sunway Sitges International Chess Festival di Barcelona di penghujung tahun 2021 ini. Kita patut bersyukur karena dari 16 pecatur Indonesia yang dikirim sebagian besar meraih prestasi menakjubkan tutur Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi (Persatuan Catur seluruh Indonesia)

Sementara itu pecatur putri lainnya, Laysa Latifah (15 tahun) berhasil meraih Norma WIM pertamanya dalam kejuaraan ini. Ia merebut setengah poin dari Simon Knudsen (Jerman - 2171).
Ternyata dengan rating rata-rata lawannya yang mencapai 2334 setelah sembilan babak, Laysah hanya butuh 3,5 poin saja untuk meraih Norma WIM pertamanya alias kelebihan setengah poin.

Laysa Latifah yang adalah adik kandung dari Ummi Fisabilillah yang meraih Norma WGM keduanya di tempat yang sama ini memang sangat berbakat. Ia tampil luar biasa pada lima babak pertamanya dengan merebut 3,5 poin dari 5 pecatur putra yang 4 di antaranya bergelar IM dan 1 FM.

Laysa mengalahkan IM Raahil Mullick (India - 2323), IM Yovann Gatineau (Prancis 2384), FM Aditya Samant (India 2328), remis melawan IM Peter Meister (Jerman 2359), dan kalah dari IM Renato Quintilano Pinto (Brasil 2466).

Sekiranya saja ia merebut 2 poin (remis semua) dari 4 babak berikutnya, maka Norma WGM bàkàl diraihnya tanpa perlu melalui Norma WIM dahulu. Sayang Laysa kalah tiga kali beruntun.

"Ia seharusnya main solid dulu, tidak perlu mencari menang terus," kata pelatih asing GM Ruslan Scherbakov di Bekasi. Baru pada babak 9 Laysa merebut setengah poin dari Simon Knudsen.

Hal itu bisa dimaklumi oleh pelatihnya karena ia kurang pengalaman.
Menurut Kristianus Liem ujicoba ke Barcelona bagi 8 pecatur putra dan 8 pecatur putri Indonesia ini sangat bermanfaat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenpora yang memungkinkan Pelatnas melakukan ujicoba ujicoba ini dan semua berjalan sukses. Maju terus catur Indonesia. Catur Yes, Indonesia Jaya! atanya.(SPnews/Mike Wangge)

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB