Lumajang, suarapembaruan.news - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berkantor di Kabupaten Lumajang, untuk mengawal penanganan langsung pasca bencana guguran awan panas Gunung Semeru.
Keputusan tersebut diambil Khofifah seusai melihat luasnya dampak letusan Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro yaitu di Dusun Kampung Renteng, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Mujur, Sumberwuluh, Penanggal, dan Desa Sumber Rejo.
Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo desa terdampak meliputi Desa Supiturang, Sumber Urip dan Oro- Oro Ombo. Sejumlah rumah warga tertimbun material vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.
Sementara akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Lumajang ke Kecamatan Pronojiwo juga terputus akibat ambruknya jembatan Gladak Perak.
Khofifah menyebut, dengan berkantor langsung di Lumajang maka koordinasi antar stakeholder terkait upaya penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi GAP Gunung Semeru jauh lebih cepat.
Sementara itu, usai melakukan peninjauan di beberapa titik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan jajaran terkait lainnya, Khofifah mengatakan, terkait banyaknya rumah warga yang rusak dan hancur akibat guguran awan panas, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kordinasi tersebut untuk menentukan langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang. Termasuk penanganan sejumlah ruas jembatan yang runtuh akibat lahar dingin Gunung Semeru.
Secara khusus Gubernur Jawa Timur menyampaikan terimakasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, yang melakukan kunjungan sekaligus mengirim berbagai alat berat untuk daerah kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.
Pemprov Jatim juga mengerahkan tim trauma healing guna menghilangkan rasa trauma pengungsi dengan sasaran utama perempuan, anak-anak, dan lansia.
"Anak-anak di pengungsian akan didampingi memberikan hiburan kepada mereka. Dari awal terjadinya bencana saya sudah perintahkan agar tim psikososial segera melakukan assessment terhadap anak-anak," tuturnya. (SPnews/Teguh LR)