Jakarta, suarapembaruan.news – Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional baru saja diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo Jumat (12/11/2021). Jokowi, menjadi pembalap pertama yang menjajagi lintasan balap tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden berharap pelaksanaan balapan kelas dunia yang pertama kali di gelar di Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, bisa meningkatkan ekonomi baru di NTB dan sekitarnya, termasuk membangkitkan sektor ekonomi pariwisata.
“Ini adalah sejarah bagi masyarakat Indonesia,” ucap Presiden.
Kegiatan ini menurut Jokowi, pasti akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB. “Bagaimana tidak, setiap tahun akan dilaksanakan kegiatan balapan Internasional,” kata Jokowi yang didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet serta pejabat daerah Provinsi NTB maupun Lombok Tengah dan juga pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara balapan.
Sementara itu, diketahui, bangkitnya pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di NTB dan NTT telah menarik ratusan pelaku e-ccommerce untuk berbisnis di kawasan ini.
Dengan adanya sirkuit Mandalika dan pembangunan kepariwisataan lainnya, menjadi ajang pengembangan ekonomi yang signifikan untuk tiga kawasan di timur masing-masing Bali, NTB, dan NTT dan hal ini yang menjadi titik sasaran dari program kebangkitan ekonomi Presiden Jokowi.
Diketahui, sirkuit Mandalika dengan luas 1.035,67 hektare, akan menjadi ajang sircuit bergengsi di dunia. Selain karena letakknya yang strategis, atau berada di kawasan poros pariwisata (Bali, NTB, dan NTT, juga karena langsung berhadapan dengan Samudera Hindia yang luas.
Rencananya, pada tahun 2021, sirkuit Mandalika siap menggelar ajang balap MotoGP, namun batal karena situasi pandemi.
Meski demikian sirkuit Mandalika kembali dijadwalkan masuk kalender balap MotoGP musim mendatang, atau pada gelaran MotoGP Maret 2022.
Sebelum dipakai untuk ajang balap MotoGP, sirkuit Mandalika akan digunakan terlebih dulu dalam ajang balap Superbike World (WSBK) seri ke-11, pada 19-21 November 2021 mendatang. (SPnews/Mike Wangge)