“Predikat cumlaude bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Proses dan semangat memberi manfaat adalah nilai sejati dari pendidikan,” pesan Prof. Heru.
Kehadiran Nandhika Tama, Presiden Direktur PT Satu Sahabat Jawanis, menambah semangat wisuda lewat sesi inspiratifnya. Ia mengajak para lulusan untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengasah kreativitas dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis.
“Kesuksesan bukan ditentukan oleh seberapa besar modal, tetapi oleh seberapa kuat tekad dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap pengusaha muda yang sukses menembus pasar ekspor perikanan Eropa dengan nilai kontrak lebih dari satu triliun rupiah itu.
Wisuda ke-180 UNDIP digelar dalam empat tahap:
Tahap 1 (4 November): Sekolah Pascasarjana, FKM, FPIK, dan Sekolah Vokasi.
Tahap 2 (5 November): Fakultas Hukum, Teknik, serta FISIP.
Tahap 3 (6 November): FEB, FPP, dan FSM.
Tahap 4 (7 November): Fakultas Kedokteran, Ilmu Budaya, dan Psikologi.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, momentum ini menjadi perayaan lahirnya generasi intelektual muda yang siap membawa semangat Diponegoro untuk Indonesia dan dunia.
Melalui program unggulan Diktisaintek Berdampak, UNDIP terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melahirkan lulusan berkarakter kuat, berwawasan global, serta peduli pada keberlanjutan lingkungan dan kemanusiaan.