nasional

Sumatera Selatan: Tanah Kaya, Rakyatnya Jangan Jadi Penonton

Kamis, 18 September 2025 | 21:25 WIB
Hamparan Hutan Sumsel [ Dok.]

Pekerjaan Rumah Bersama

Sumsel memang menggiurkan. Tetapi pekerjaan rumah kita adalah menata agar kekayaan ini tidak hanya menjadi milik investor atau pemilik modal besar. Pemerintah, pengusaha, dan rakyat semestinya bisa berjalan beriringan. Masyarakat harus tetap berada dalam pusaran utama, bukan tersisih.

Hamparan hutan, kebun, dan ladang yang begitu luas di Sumsel bukan hanya tentang ekspor atau angka dalam laporan. Ia adalah denyut hidup rakyat: dari petani karet di pelosok, pekebun kopi di dataran tinggi, hingga nelayan di Sungai Musi. Mereka yang selama ini menjaga, merawat, dan hidup bersama tanah, jangan sampai kehilangan hak untuk tetap berdaulat di atasnya.

Baca Juga: SIG Perkuat Aksi Hijau: Kelola Bahan Perusak Ozon, Cegah Radiasi dan Perubahan Iklim

Selayaknya kita kembali mengingat pepatah: *“Tanah bukan hanya tempat berpijak, tetapi juga sumber hidup.”* Maka jangan biarkan tanah rakyat berubah jadi catatan sejarah, sementara generasi mendatang tak lagi punya ruang untuk menanam, berdiri, dan bermartabat.

Harapan dari Sumsel

Sumatera Selatan adalah mozaik besar: kekayaan alam, energi, pangan, budaya, dan masyarakatnya. Potensi ini sungguh menakjubkan. Tetapi keindahan itu baru terasa lengkap bila rakyatnya turut sejahtera, bila mereka tidak hanya jadi penonton, melainkan aktor utama di panggung pembangunan.

Allah SWT sudah mengingatkan dalam firman-Nya:“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”*(QS. Al-Qashash: 77)

Baca Juga: Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rasulullah SAW pun bersabda: “Barang siapa yang memiliki tanah, maka hendaklah ia menanaminya, atau hendaklah ia memberikannya kepada saudaranya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari ayat dan hadits ini jelas, tanah bukan hanya aset, melainkan amanah. Kekayaan Sumsel tidak boleh hanya berputar pada segelintir orang. Ia harus kembali memberi manfaat, menghidupi, dan memuliakan rakyatnya sendiri.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB