nasional

Jogja Printing Expo 2025 dekatkan Teknologi pada UMKM

Rabu, 21 Mei 2025 | 19:48 WIB
Pembukaan Jogja Printing Expo 2025 di Jogja Expo Center. (SPnews-Philip A)

 Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Mengawali rangkaian 4 hari exponya di Jogja Expo Center (JEC) Krista Exhibitions selaku penyelenggara meresmikan pembukaan Jogja Printing Expo 2025, pada tanggal 21 Mei 2025, dan akan berlangsung hingga 24 Mei di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.  Jogja Prinitng Expo baru pertama kalinya diselenggarakan Krista Exhibitions di Yogyakarta, pameran ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk menampilkan transformasi teknologi, mendorong inovasi, serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan di Indonesia.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGII), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY.

Penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2025 sekaligus mempertegas pentingnya Yogyakarta sebagai kawasan potensial untuk pertumbuhan industri grafika

Daud D Salim, selaku CEO Krista Exhibitions, dalam sambutannya menyampaikan “Hadirnya Jogja Printing Expo 2025 di Yogyakarta menjadi wujud nyata komitmen Krista Exhibitions untuk membawa industri percetakan lebih dekat dengan pelaku kreatif, UMKM, dan pasar potensial di Yogyakarta, pameran ini dirancang sebagai wadah untuk menjalin koneksi, berbagi pengetahuan dan memperkenalkan inovasi teknologi terkini”.

Senada dengan pernyataan tersebut  Ahmad Mughira Mugani ketua PPGI menyampaikan dalam sambutannya,” Potensi bisnis printing dari sektor packaging yang mengalami peningkatan setiap tahun dan perkiraan untuk industri cetak packaging itu terus meningkat tahun 2025 ini diperkirakan akan mencapai nilai 100 triliun untuk industri ini.” Ketua PPGI ini juga menyinggung tentang potensi lain dari dunia Pendidikan terkait pernyataan Menteri Pendidikan tentang bahwa SD SMP SMA itu harus kembali ke buku cetak.

Untuk mengelaborasi rangkaian pameran tersebut pihak Krista Exhibitions selaku penyelenggara juga menghadirkan sesi-sesi seminar yang mengupas isu-isu actual dalam industri grafika. PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia) mengajak peserta menyelami dua topik kunci: “Prospek Bisnis Industri Berbahan Baku Kertas” dan “Prospek Bisnis Industri Kemasan”, mengulas dinamika rantai pasok serta inovasi produk dalam cetak modern yang terus berkembang. Sementara itu, HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) mengangkat tema “Peluang dan Tantangan UMKM di Era Artificial Intelligence”.

Menutup rangkaian seminar, Printpack Magazine menyajikan wawasan mendalam lewat sesi “Bringing Smarter Future for Printing Packaging Products”. Business Matching menjadi salah satu program unggulan yang membuka ruang strategis bagi pelaku usaha di sektor percetakan untuk menjalin kemitraan baru.

Melalui pertemuan yang dikurasi secara khusus, peserta memiliki kesempatan bertemu langsung dengan investor, distributor, hingga penyedia teknologi yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.

 

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB