nasional

Berkah Ramadan dari Merawat Pohon, 126 Petani di Bengkulu Terima Insentif Rp 130 juta

Kamis, 20 Maret 2025 | 15:39 WIB
Ratusan petani di Bengkulu Selatan mendapat menghargaan dari Warsi karena berhasil merawat pohon dengan baik di sekitar mereka tinggal.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Ramadan tahun ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Desa Air Tenam, Bengkulu Selatan. Sebanyak 26 petani di desa ini menerima insentif dengan total lebih dari Rp130 juta atas upaya mereka dalam menumbuhkan hutan melalui program Baby Tree.

Selain itu, seluruh kepala keluarga di desa ini juga menerima paket Ramadan senilai Rp 200.000 berasal dari hutan melalui program Pohon Asuh. Kedua program besutan KKI Warsi ini, ini merupakan bagian dari skema penguatan Perhutanan Sosial yang bertujuan menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Program Baby Tree merupakan inovasi dalam skema Perhutanan Sosial yang memberikan insentif kepada petani atas upaya mereka menumbuhkan hutan. Sejak dua tahun lalu, 26 petani di paling ujung Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk menanam kembali hutan yang ada di sekitar desa dengan tanaman produktif.

Baca Juga: Digelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, Kinerja Bank Bengkulu Sangat Baik

Tanaman produktif itu meliputi pohon buah dan tanaman bernilai ekonomi, seperti durian, jengkol, pinang dan lainnya. Untuk merawat tanaman yang diumpamakan bayi ini petani diberi insentif senilai Rp 70 ribu per batang. Pembagian insentif diberikan bertahap yang dibagikan ke dalam 4 kali pencairan, selama 3 tahun, yaitu setelah tanam, tahun kesatu, kedua dan ketiga.

“Insentif ini menjadi bukti nyata bahwa menumbuhkan hutan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setiap petani yang menerima insentif ini telah berkontribusi dalam menjaga ekosistem hutan Desa Air Tenam dengan cara menjaga komitmen atas bibit yang telah di tanam dua tahun lalu,” kata Direktur KKI Warsi Adi Junedi, saat menyerahkan insentif ini kepada petani Air Tenam, dalam rilis yang diterima, Rabu (19/3/2025).

Di tahun kedua setelah tanam berdasarkan pemantauan dan pendataan yang dilakukan, dengan bibit telah tumbuh dengan baik. Dari dari 9.829 bibit yag berhasil ditanam, sampai tahun kedua bibit tumbuh sebanyak 9.150, atau tingkat petumbuhan bibit 93,04 persen.

Baca Juga: UHC Bengkulu Capai 99,7 Persen, Program Kesehatan Gratis Helmi-Mian Makin Optimal

Wansah salah satu petani yang paling banyak menanam pohon, di moment Ramadhan ini telah menerima insentif sebanyak Rp 25 juta, yang terdiri dari dua lokasi taman.

“Ini serasa mimpi ada uang sebanyak ini yang diberikan kepada kami. Ini menjadi pengobat sekaligus penyemangat perjuangan kami selama dua tahun ini merawat 1.740 bibit yang yang telah kami tanam di lahan seluas 5,8 ha”kata Wansah, pasca menerima insentif tahap dua.

Pohon Asuh

Desa Air Tenam yang mengelola perhutanan sosial seluas seluas 1.269 Ha dengan skema Hutan Kemasyakatan, dan seluas 408 ha dengan skema Hutan Tanaman Rakyat.

Baca Juga: Antispasi Kelangkaan BBM, Wagub Bengkulu Instruksikan SPBU Tidak Layani Kendaraan Tangki Modifikasi

Gambaran umum, kawasan ini ada yang sudah kehilangan tutupan hutannya akibat aktivitas masa lalu dan sebagian lain masih dengan biodiversity, dari pohon aneka jenis dan satwa dilindungi. Sebagian yang sudah terbuka, inilah yang dikelola masyarakat dengan program Baby Tree. Sedangkan kawasan hutan yang masih baik dengan rimbun pepohonanya dikembangkan program pohon asuh.

Halaman:

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB