nasional

Pecatan TNI Beli Senjata Untuk KKB Tertangkap, Patrige Renwarin: Senjata Buatan Pindad

Sabtu, 8 Maret 2025 | 17:44 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin (Roberth)

JAYAPURA,SUARAPEMBARUAN: Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen. Ini dikatakan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin kepada jurnalis di Polda Papua, Sabtu (8/3/2025) pagi.

Dikatakan, operasi ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 hingga 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29 tahun), yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi ini.

Kata dia, pada 6 Maret 2025, tim Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom. Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan Yudhi Kalalo merupakan sopir lajuran yang mengangkut barang dan  Matius Payokwa merupakan Helper lajuran.

Kata dia, dari hasil operasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain:

1. Senjata dan Amunisi:
- 2 pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai).
- 4 pucuk pistol G2 Pindad.
- 632 butir amunisi kaliber 5,56 mm.
- 250 butir amunisi 9 mm.

1 pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta:
- 1 paket laser senter + mounting.
- 1 teleskop + peredam.
- 1 popor kayu warna coklat.
- 1 laras dan tabung senapan angin.

2. Barang Lainnya:
- 1 unit air compressor bertuliskan United Waran Biru (tempat penyimpanan senjata).
- 1 unit handphone Vivo Y19S.
- 1 buah pompa dan 1 tas angin.
- 1 kunci T dan 1 paket gurinda portabel.

Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM.

3. Uang Tunai:  Rp369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).

"Berdasarkan keterangan tersangka, bahwa senjata tersebut dibeli dengan harga Rp1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya. Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa,"ujarnya. 

"Kami masih terus menggali apa-apa yang diketahui pelaku namun dia belum mau bicara,"ujarnya. Ungkapnya, faktanya pelaku ini merupakan anggota TNI yang telah dipecat.*

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB