Juru Bicara Jaringan Damai Papua: Tanah Papua Butuh Pendidikan Gratis Bukan Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Senin, 17 Februari 2025 | 11:01 WIB
Para pelajar di Wamena Papua Pegunungan melakukan aksi menolak  program Presiden 'Makan Bergizi Gratis, Senin (17/2/2025). (Foto Istimewa)
Para pelajar di Wamena Papua Pegunungan melakukan aksi menolak program Presiden 'Makan Bergizi Gratis, Senin (17/2/2025). (Foto Istimewa)

Jayapura,SUARAPEMBARUAN.NEWS - Juru Bicara Jaringan Damai Papua Yan Christian Warinussy menegaskan rakyat di Tanah Papua membutuhkan pendidilan gratis bukan menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto di Tanah Papua.

Penolakan pertama di Indonesia di Yahukimo oleh anak-anak pelajar disana. "Tak perlu menjelaskan dengan sejumlah argumen apapun. Tak perlu menutup mata faktanya begitu. Kami tegas menolak", tandas Yan Christian Warinussy yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Senin (17/2/2025)

Juru Bicara Jaringan Damai Papua Yan Christian Warinussy (Foto Istimewa)

Dikatakan, hari ini para pelajar Wamena, Tolikara, Dogiyai  melakukan aksi yang sama dengan pelajar Tolikara yang telah duluan melakukan penolakan terhadap program preisiden.

Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM “John Humphrey Freedom Award” Tahun 2005 dari Canada menegaskan, Papua perlu pendidikan gratis. "Tak perlu bikin proyek-proyek yang memang tidak disukai. Pendidikan gratis lebih penting,'bebernya.

Diketahui Program MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan SDM Indonesia.

Program ini adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.*


Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X