Tragedi PRT di Benhil: Loncat dari Lantai 4, Satu Tewas, Keluarga Soroti Kejanggalan

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Senin, 27 April 2026 | 21:06 WIB
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@batang_info)
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@batang_info)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang terjatuh dari lantai empat sebuah bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir menjadi perhatian luas publik, khususnya di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka.

Korban berinisial D (15) dilaporkan tewas, sementara rekannya R (30) selamat meski mengalami patah tulang. Suasana duka kini menyelimuti keluarga D setelah jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Batang pada Minggu (26/4/2026).

Setibanya di rumah duka di Desa Ngroto, tangis keluarga pecah saat jenazah disemayamkan untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Warga setempat menyebut, jenazah sempat dibawa ke rumah agar keluarga dapat melihat wajah terakhir almarhumah, sebelum disalatkan di masjid dan dimakamkan.

Meski demikian, pihak keluarga mengaku belum sepenuhnya menerima kronologi kejadian. Mereka menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara terbuka dan menyeluruh.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua korban diduga melompat dari lantai empat karena berusaha melarikan diri. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, yang menyebut keduanya diduga tidak betah bekerja di tempat tersebut.

Menurutnya, kedua PRT itu kabur secara bersamaan sebelum akhirnya nekat melompat. Sementara itu, kondisi korban selamat dilaporkan tidak kritis meski mengalami patah tangan.

Dugaan lain yang mengemuka adalah sikap majikan yang dianggap keras. Dari keterangan saksi, kedua korban disebut merasa tidak nyaman karena majikannya dinilai galak, meski belum ada bukti adanya kekerasan fisik secara langsung.

Pihak kepolisian telah memeriksa majikan kedua korban untuk mendalami kasus ini. Namun, hasil pemeriksaan belum diungkap secara rinci karena penanganan perkara juga melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Hutagalung, menambahkan bahwa penyidik juga akan memanggil agen penyalur PRT guna melengkapi informasi dan memperjelas duduk perkara.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut, termasuk motif serta kemungkinan adanya unsur lain di balik kejadian yang menimpa dua PRT di kawasan Benhil.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X