Empat Korban TPPO Asal Seluma Tiba di Bengkulu, Disambut Isak Tangis Keluarga

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 25 Februari 2026 | 18:36 WIB
Salah satu dari TPPO asal Seluma tiba di Bengkulu sujud syukur dan mengendong anak, Rabu 25 Februari 2026.(Foto/Ist)
Salah satu dari TPPO asal Seluma tiba di Bengkulu sujud syukur dan mengendong anak, Rabu 25 Februari 2026.(Foto/Ist)

Bengkulu,SUARA PEMBARUAN-Tangis haru keluarga menyambut kedatangan Deni Febriansyah bersama tiga rekannya saat tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Rabu pagi (25/2/2026).

Suasana penuh emosional itu pecah ketika keempatnya langsung bersujud syukur sesaat setelah menginjakkan kaki di Bumi Merah Putih.

Deni, Ardi, Engga, dan Imron merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Mereka berhasil dipulangkan berkat kerja sama Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama DPRD Provinsi Bengkulu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), TNI/Polri, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Upaya pemulangan telah dimulai sejak awal Februari 2026.

Selain keluarga, kedatangan mereka juga disambut Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Romli bin Romlan, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

“Terima kasih Bapak Gubernur, Baznas, dan semua pihak yang telah membantu proses kepulangan kami dari awal hingga akhir. Akhirnya kami bisa Lebaran bersama keluarga,” ujar Deni dengan mata berkaca-kaca.

Keempat korban awalnya ditawari pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji sebesar Rp12,8 juta per bulan. Namun, kenyataannya mereka justru diberangkatkan ke Kamboja dan dipaksa melakukan praktik penipuan (scam) berkedok judi daring.

Selama berada di Kamboja, paspor dan telepon seluler mereka disita. Mereka dipaksa memahami mekanisme penipuan judi daring tersebut. Namun, karena tidak memiliki keahlian mengoperasikan komputer, mereka tidak mampu menjalankan instruksi yang diberikan.

Akibatnya, mereka mengalami penyiksaan berupa cambukan dan sengatan listrik. Setelah bertahan selama delapan hari, keempatnya berhasil melarikan diri dan menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Selanjutnya, mereka ditempatkan di penampungan sambil menunggu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mengingatkan masyarakat Bumi Merah Putih agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar tanpa melalui prosedur resmi. Warga diimbau untuk memperoleh informasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di masing-masing kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, empat warga kita korban TPPO berhasil dipulangkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mudah tergiur janji-janji yang menawarkan gaji besar. Kita memiliki Disnakertrans di masing-masing kabupaten/kota, manfaatkan untuk bertanya dan berkonsultasi. Jika mencurigakan, jangan dilanjutkan,” tambah Khairil.

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X