Jayapura,SUARAPEMBARUAN – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Analisis dan Evaluasi (Anev) situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Yahukimo, Kamis (23/10/2025), di Aula Cenderawasih Polda Papua. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi gangguan keamanan yang terjadi selama enam bulan terakhir di wilayah tersebut.
Acara dipimpin Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dihadiri pejabat utama Polda Papua, Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., Kasat Reskrim, Kasat Intel, perwakilan Operasi Damai Cartenz, serta personel fungsi operasional.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.Kom., memaparkan bahwa evaluasi mencatat 17 insiden signifikan di Yahukimo, menyebabkan 34 korban jiwa 2 aparat keamanan dan 32 warga sipil serta puluhan luka-luka. “Sekitar 95 persen kejadian diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan pendukungnya,” ungkapnya.
Dalam upaya penegakan hukum, polisi telah memproses 10 tersangka. “Anev ini adalah respons proaktif untuk merumuskan langkah konkret guna menekan gangguan keamanan,” tegas Kombes Cahyo.
Kabupaten Yahukimo, dengan luas 17.152 km², meliputi 51 distrik, 517 desa, dan 1 kampung, serta populasi sekitar 455.000 jiwa, menghadapi tantangan geografis yang kompleks. “Hanya distrik Dekai dan Kurima yang bisa diakses darat, sisanya bergantung jalur udara, dengan hanya satu Polres dan dua Polsek melayani wilayah ini,” jelasnya.
Kombes Cahyo menegaskan, Anev ini bertujuan memetakan anatomi kejahatan dan modus operandi pelaku. “Hasilnya akan menjadi panduan bagi Polres Yahukimo dan Polda Papua untuk menerapkan strategi komprehensif, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat dengan optimal,” katanya.
Dengan semangat membangun keamanan, Polda Papua berkomitmen memperkuat koordinasi dan tindakan preventif untuk menjaga stabilitas di Yahukimo, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.*